Khofifah dan Zulhas Salurkan 600 Paket Sembako untuk Ojol, Nelayan, dan Warga Rentan di Gresik

20 hours ago 6

Gresik (pilar.id) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Republik Indonesia Zulkifli Hasan menyalurkan 600 paket sembako kepada pengemudi ojek daring (ojol), nelayan, dan masyarakat rentan dalam Gerakan Hari Jaminan Ketahanan Pangan (Hajatan) di GOR Tri Dharma Petrokimia Gresik, Rabu (15/7). Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus menjaga daya beli masyarakat.

Penyaluran bantuan dilakukan melalui kolaborasi dengan PT Petrokimia Gresik. Sebanyak 200 paket diberikan kepada pengemudi ojek online, sementara 400 paket lainnya disalurkan kepada nelayan dan masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan perusahaan. Setiap paket berisi beras SPHP sebanyak 5 kilogram, minyak goreng 1 liter, gula pasir 1 kilogram, dan tepung terigu 1 kilogram.

Gubernur Khofifah Indar Parawansa mengatakan program tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakat yang rentan terhadap gejolak ekonomi, sekaligus menjadi bukti sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan BUMN dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

Menurut Khofifah, bantuan pangan ini merupakan wujud kehadiran negara untuk memastikan akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok tetap terjaga dan terjangkau. Langkah intervensi tersebut dinilai penting di tengah ketidakpastian ekonomi global yang berpotensi memengaruhi harga bahan pangan dan daya beli masyarakat.

Ia menjelaskan kelompok pekerja sektor informal, seperti pengemudi ojek online, termasuk pihak yang paling terdampak ketika terjadi kenaikan harga kebutuhan pokok. Penghasilan yang bergantung pada pendapatan harian membuat mereka membutuhkan dukungan melalui program perlindungan sosial yang tepat sasaran.

Khofifah juga menekankan pentingnya kepekaan sosial dalam menghadapi dinamika harga pangan. Menurutnya, kenaikan harga beras, minyak goreng, gula, maupun kebutuhan pokok lainnya dapat berdampak langsung terhadap kesejahteraan keluarga, khususnya bagi ojol, nelayan, dan masyarakat dengan kondisi ekonomi rentan.

Lebih lanjut, Gubernur Jawa Timur menilai keberhasilan menjaga stabilitas pangan tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Sinergi antara Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, PT Petrokimia Gresik, serta pemerintah kabupaten dan kota menjadi faktor penting agar program bantuan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

Khofifah berharap bantuan tersebut mampu memberikan manfaat nyata bagi penerima. Dengan terpenuhinya sebagian kebutuhan pangan, masyarakat dapat mengalokasikan anggaran rumah tangga untuk keperluan lain yang mendesak, seperti biaya pendidikan anak, kesehatan, maupun perawatan kendaraan bagi para pengemudi ojek online.

Sementara itu, Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengapresiasi sinergi yang dibangun Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama PT Petrokimia Gresik dalam menyukseskan Gerakan Hajatan. Menurutnya, Jawa Timur selama ini menjadi salah satu daerah yang berperan penting dalam menjaga ketersediaan stok dan kelancaran distribusi pangan nasional.

Zulkifli Hasan menyampaikan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok, tetapi juga mendukung terwujudnya kesejahteraan masyarakat melalui kolaborasi lintas sektor. Ia berharap program serupa terus diperkuat sehingga stabilitas pangan nasional tetap terjaga dan manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.

Melalui Gerakan Hari Jaminan Ketahanan Pangan (Hajatan), pemerintah menegaskan komitmennya dalam memperkuat ketahanan pangan nasional, menjaga stabilitas harga bahan pokok, sekaligus memberikan perlindungan bagi kelompok masyarakat yang paling terdampak oleh dinamika ekonomi. (usm)

Read Entire Article
Bansos | Investasi | Papua | Pillar |