Sukses Kelola Parkir 6,1 Juta Pengunjung Jakarta Fair 2026, Begini Strategi Secure Parking Meta

13 hours ago 5

Jakarta (pilar.id) – Gelaran Jakarta Fair Kemayoran (PRJ) 2026 yang berlangsung sejak 11 Juni hingga 12 Juli 2026 resmi berakhir dengan capaian luar biasa. Pameran multiproduk terbesar di Asia Tenggara ini sukses mencatatkan 6,1 juta pengunjung dengan total nilai transaksi menyentuh angka Rp8,2 triliun.

Di balik perputaran ekonomi yang masif dari 1.800 stan dan 2.800 perusahaan tersebut, terdapat tantangan logistik dan mobilitas yang sangat besar. Mengingat adanya larangan parkir di badan jalan sekitar kawasan JIExpo Kemayoran dalam dua tahun terakhir, penyediaan fasilitas parkir resmi yang terstruktur menjadi kunci krusial bagi kenyamanan jutaan pengunjung yang datang setiap harinya.

Manajemen Arus Kendaraan di Tiga Zona Utama

Mengantisipasi lonjakan volume kendaraan yang fluktuatif, Secure Parking Indonesia (SPI) selaku pengelola memberlakukan sistem operasional 24 jam penuh. Layanan ini dibagi ke dalam tiga zona operasional utama, yakni di sisi timur, utara, dan barat kawasan JIExpo Kemayoran.

Untuk memastikan distribusi arus kendaraan bergerak terarah dan tidak menumpuk di satu titik akses, SPI mengoperasikan infrastruktur gerbang yang masif. Akses masuk dan keluar dipisahkan secara ketat, mencakup 20 pintu masuk dan 15 pintu keluar untuk kendaraan roda empat, serta 21 pintu masuk dan 8 pintu keluar khusus untuk kendaraan roda dua.

General Manager Operation SPI, Andiyanto, mengungkapkan bahwa tantangan utama dalam ajang berskala besar seperti ini adalah dinamika pola kedatangan dan kepulangan pengunjung yang selalu berubah antara hari kerja dan akhir pekan. Oleh karena itu, pemantauan ketat di setiap titik akses dilakukan secara real-time guna mengurai potensi kepadatan sebelum berubah menjadi antrean panjang.

Fleksibilitas Personel Hadapi Lonjakan Akhir Pekan

Dinamika operasional yang berubah setiap hari menuntut fleksibilitas tinggi dalam penempatan personel di lapangan. SPI menerapkan strategi pembedaan jumlah kru yang bersiaga antara hari kerja (weekdays) dan akhir pekan (weekends), saat arus pengunjung biasanya meningkat drastis berbarengan dengan jadwal hiburan utama.

Pada hari kerja biasa, SPI menyiagakan sebanyak 237 personel operasional. Sementara pada akhir pekan, jumlah kekuatan personel ditingkatkan menjadi 293 pekerja yang disebar di seluruh area strategis.

Menurut Andiyanto, keberhasilan mengelola pergerakan ini sangat bergantung pada kecepatan tim dalam membaca situasi lapangan, mengoptimalkan penempatan personel sesuai kondisi aktual, serta menjaga jalur koordinasi yang solid agar setiap perubahan situasi dapat langsung ditangani secara tepat.

Peran Infrastruktur Logistik di Balik Layar

Ketika sebuah acara besar dinilai sukses, perhatian publik umumnya tertuju pada kemeriahan pameran, konser musik, atau angka transaksi yang dirilis. Namun, kelancaran akses masuk, sirkulasi kendaraan di dalam area, hingga proses keluar kawasan merupakan fondasi penting yang menentukan persepsi kenyamanan pengunjung.

SPI memandang manajemen perparkiran bukan lagi sekadar urusan menyediakan lahan kosong untuk kendaraan, melainkan bagian integral dari infrastruktur operasional sebuah kawasan terpadu.

Managing Director SPI, Rustam Rachmat, menegaskan bahwa pengalaman pengunjung menikmati sebuah acara dimulai sejak mereka memasuki kawasan tersebut. Ketika sistem mobilitas di balik layar mampu mengelola arus kendaraan dengan aman, tertib, dan nyaman, seluruh ekosistem acara akan ikut berfungsi secara lebih efektif. (ret/hdl)

Read Entire Article
Bansos | Investasi | Papua | Pillar |