Jakarta (ANTARA) - Lapas Narkotika Kelas IIA Jakarta menggelar razia gabungan bersama aparat penegak hukum dan melakukan tes urine bagi petugas maupun warga binaan sebagai upaya memberantas peredaran narkoba.
"Terus memperkuat komitmennya dalam memberantas peredaran narkoba, penggunaan handphone ilegal, serta praktik penipuan di lingkungan pemasyarakatan melalui kegiatan razia gabungan dan pelaksanaan tes urine bagi petugas maupun warga binaan," kata Kepala Lapas Narkotika Jakarta Syarpani di Lapangan Hijau Lapas Narkotika Jakarta, Jumat.
Razia melibatkan unsur gabungan dari Polres Metro Jakarta Timur, Brimob, Koramil, Kodim, hingga Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Jakarta Timur.
Pelaksanaan kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto serta Direktur Jenderal Pemasyarakatan Mashudi.
Langkah itu juga menjadi bagian dari implementasi program aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari narkoba, handphone ilegal, dan praktik penipuan.
Baca juga: Lapas Cipinang perkuat komitmen berantas ponsel ilegal dan narkoba
Seluruh petugas Lapas Narkotika Jakarta mengikuti kegiatan yang diawali dengan pembacaan ikrar pemasyarakatan bebas dari handphone ilegal, narkoba dan penipuan.
Syarpani menyoroti pentingnya integritas dan komitmen seluruh jajaran dalam menjaga keamanan dan ketertiban di dalam lapas.
Dia menyebut tidak ada ruang toleransi bagi pelanggaran yang berkaitan dengan narkoba maupun praktik ilegal lainnya di lingkungan pemasyarakatan.
"Tidak ada toleransi terhadap narkoba, handphone ilegal maupun praktik penipuan. Seluruh petugas harus menjadi garda terdepan dalam menjaga marwah pemasyarakatan," ucap Syarpani.
Usai pelaksanaan ikrar, petugas gabungan langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) dan razia ke sejumlah blok hunian warga binaan. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh guna memastikan tidak adanya barang-barang terlarang di dalam lapas.
Selain razia, petugas gabungan juga melaksanakan tes urine terhadap pegawai dan warga binaan. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk deteksi dini sekaligus memastikan lingkungan Lapas Narkotika Jakarta tetap bersih dari penyalahgunaan narkoba.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk penguatan sinergi antara Lapas Narkotika Jakarta bersama aparat penegak hukum dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di lingkungan pemasyarakatan.
Melalui razia gabungan dan tes urine rutin tersebut, Lapas Narkotika Jakarta berharap dapat menciptakan sistem pemasyarakatan yang semakin profesional, bersih, dan berintegritas, sejalan dengan semangat mewujudkan pemasyarakatan yang Profesional, Responsif, Integritas, Modern dan Akuntabel (PRIMA).
Baca juga: Ditjen PAS tes urine 23 ribu napi di Lapas Narkotika seluruh Indonesia
Baca juga: Lapas Narkotika Jakarta kembali gagalkan penyelundupan sabu-sabu
Pewarta: Siti Nurhaliza
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































