Liverpool Hajar West Ham 5-2, Tiga Gol Sudut Antar The Reds Tempel Manchester United

3 hours ago 4

Ringkasan Berita

  • Liverpool menang 5-2 atas West Ham di Anfield.
  • Tiga gol babak pertama lahir dari situasi sepak pojok.
  • Hugo Ekitike mencetak gol pembuka dan berkontribusi satu assist.
  • Cody Gakpo akhiri paceklik gol liga.
  • Liverpool kini sejajar Manchester United dalam perebutan zona Liga Champions.

Liverpool (pilar.id) – Liverpool menunjukkan transformasi signifikan saat membungkam West Ham United dengan skor 5-2 dalam lanjutan Premier League di Anfield, Minggu (waktu setempat). Kemenangan ini menjaga asa The Reds dalam perburuan tiket Liga Champions musim depan.

Tiga gol dari situasi sepak pojok pada babak pertama menjadi fondasi kemenangan tim asuhan Arne Slot. Performa tersebut kontras dengan kondisi awal musim ketika Liverpool sempat memiliki catatan buruk dalam duel bola mati.

Tiga Gol Sudut Kunci Dominasi Babak Pertama

Liverpool langsung membuka keunggulan saat laga baru berjalan lima menit. Hugo Ekitike memaksimalkan kemelut di depan gawang setelah West Ham gagal menyapu bola hasil tendangan sudut. Gol itu menjadi yang ke-16 bagi penyerang asal Prancis tersebut musim ini.

Keunggulan bertambah pada menit ke-24 melalui sundulan kapten Virgil van Dijk yang menyambar umpan sepak pojok Dominik Szoboszlai. Gol tersebut mempertegas efektivitas skema bola mati Liverpool.

Menjelang turun minum, giliran Alexis Mac Allister mencatatkan namanya di papan skor. Berawal dari situasi sudut, Ekitike mengarahkan bola ke tengah kotak penalti dan Mac Allister menyelesaikannya dengan sepakan keras. Babak pertama ditutup dengan keunggulan 3-0.

Catatan ini menjadikan Liverpool sebagai tim kedua dalam sejarah Premier League yang mampu mencetak tiga gol dari sepak pojok dalam satu babak, menyamai rekor yang pernah dibuat Manchester United pada 2016.

West Ham Sempat Bangkit, Liverpool Kunci Kemenangan

West Ham mencoba merespons di awal babak kedua. Tomás Soucek memperkecil ketertinggalan pada menit ke-49 setelah memanfaatkan umpan silang El Hadji Malick Diouf.

Namun, Liverpool kembali menjauh lewat gol Cody Gakpo pada menit ke-70. Penyerang asal Belanda itu mencetak gol liga pertamanya dalam delapan pertandingan terakhir melalui sepakan terukur ke sudut gawang.

Tim tamu sempat menyalakan harapan ketika Valentín Castellanos mencetak gol sundulan pada menit ke-75. Akan tetapi, tekanan West Ham berakhir setelah bek Axel Disasi melakukan gol bunuh diri pada menit ke-82 saat mencoba menghalau umpan Jeremie Frimpong.

Skor 5-2 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.

Transformasi Bola Mati Jadi Kunci

Perubahan signifikan Liverpool terlihat dari efektivitas situasi bola mati. Pada pergantian tahun, mereka sempat memiliki selisih terburuk dalam produktivitas dan kebobolan dari set-piece di liga, yang berujung pada pergantian pelatih spesialis bola mati.

Sejak awal tahun, Liverpool justru menjadi salah satu tim paling produktif dari skema tersebut. Konsistensi ini menjadi modal penting dalam fase krusial perebutan posisi empat besar.

Kemenangan atas West Ham juga membuat Liverpool menyamai poin Manchester United di posisi keempat, dengan selisih gol yang kini hanya terpaut tipis.

Bagi West Ham, hasil ini menghentikan tren positif setelah sebelumnya meraih 11 poin dari enam pertandingan.

Kemenangan ini mempertegas momentum Liverpool dalam fase akhir musim. Dengan efektivitas bola mati yang semakin tajam dan lini depan yang kembali produktif, The Reds menjaga tekanan dalam perburuan tiket kompetisi elite Eropa musim depan.

Read Entire Article
Bansos | Investasi | Papua | Pillar |