Perempuan pencuri uang takziah di Kramat Jati sudah tiga kali beraksi

4 hours ago 3

Jakarta (ANTARA) - Seorang perempuan yang mencuri uang takziah di kawasan Kramat Jati, Jakarta Timur, diduga telah melakukan aksi yang sama di dua tempat berbeda sebelumnya.

"Iya betul sama seperti dua kejadian sebelumnya," kata Kepala Unit Reserse Kriminal (Kanit Reskrim) Polsek Kramat Jati AKP Fadoli saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu.

Polisi mengungkap, pelaku yang sama sudah menjalankan aksinya sedikitnya dua kali di wilayah berbeda dengan modus serupa, yakni berpura-pura melayat. Sehingga total pelaku telah melakukan sebanyak tiga kali.

Pelaku dalam kasus pencurian uang takziah di Kramat Jati identik dengan dua kejadian sebelumnya. "Betul, memang kasus dan pelakunya sama," katanya.

Dua aksi sebelumnya terjadi di Jalan Damai, kawasan Lubang Buaya pada 22 Desember 2025 dan di Jalan Bambu Kuning, Bambu Apus pada 4 Februari 2026.

Baca juga: Polisi usut pencurian uang takziah di Kramat Jati Jaktim

Dalam ketiga peristiwa tersebut, pelaku diduga menggunakan pola yang sama, menyasar rumah duka dan memanfaatkan situasi berkabung untuk melancarkan aksinya.

Berdasarkan penyelidikan sementara, perempuan itu datang ke rumah duka dengan berpura-pura mengenal keluarga almarhum.

Dia kemudian berbaur dengan para pelayat lain agar tidak menimbulkan kecurigaan. Saat kondisi lengah, pelaku diduga mengambil uang sumbangan takziah yang dikumpulkan dari para tamu.

Penyidik kini tengah mengumpulkan bukti tambahan, termasuk rekaman kamera pengawas (CCTV) dan keterangan saksi di tiga lokasi berbeda.

Kesamaan ciri fisik serta modus operandi menjadi dasar kuat bahwa pelaku merupakan orang yang sama.

Baca juga: Modus jadi pelayat, perempuan curi uang takziah di Jaktim

Polisi juga membuka kemungkinan adanya korban lain yang belum melapor. Masyarakat yang merasa mengalami kejadian serupa diimbau segera membuat laporan agar dapat diproses lebih lanjut.

"Kami masih lakukan penyelidikan dan pendalaman," katanya.

Seorang perempuan diduga mencuri uang takziah dengan modus berpura-pura sebagai pelayat di rumah duka di wilayah Kramat Jati, Jakarta Timur (Jaktim).

Kejadian itu menimpa keluarga Nyai Hasanah (45) pada Senin (2/3) sekitar pukul 12.30 WIB.

"Iya pelakunya perempuan, ngakunya mau melayat kenal sama kita, tau-taunya uang takziah ludes hilang ga tersisa," kata Hasanah saat ditemui di lokasi kejadian, Rabu.

Baca juga: Sopir nekat gasak uang Rp600 juta milik majikannya di Jakbar

Hasanah menceritakan, pelaku datang sejak pagi hari saat suasana rumah masih lengang dan pelayat belum ramai berdatangan. Mertua Hasanah meninggal dunia sekitar pukul 04.00 WIB, sedangkan pelaku tiba sekitar pukul 08.00 WIB.

Pelaku bahkan bertahan hingga menjelang waktu pemakaman. Selama berada di rumah duka, dia hanya duduk dan sesekali memperhatikan situasi sekitar.

Kepada keluarga, perempuan itu mengaku sebagai teman kakak ipar korban dan menyebut dirinya sebagai "teman perjuangan" saat mengambil bantuan sosial seperti sembako dan KJP.

Karena merasa pelaku mengenal keluarganya, Hasanah tak menaruh curiga sedikit pun. Hingga akhirnya, pelaku melancarkan aksinya dengan alasan hendak menumpang ke toilet.

Keluarga baru menyadari kehilangan sekitar pukul 12.30 WIB. Warga sempat mengejar, namun pelaku sudah keburu kabur.

Aksi tersebut viral di media sosial Instagram @info_cipayung. Terlihat dalam rekaman kamera pengawas (CCTV) pelaku lari ke luar usai melancarkan aksinya di rumah duka di Jalan Dukuh IV, Kampung Dukuh, Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (2/3).

Pewarta: Siti Nurhaliza
Editor: Sri Muryono
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Bansos | Investasi | Papua | Pillar |