Jakarta (ANTARA) - Polisi berupaya mengungkap identitas perempuan yang diduga mencuri uang takziah di kawasan Kramat Jati, Jakarta Timur (Jaktim), dengan menggunakan sketsa wajah.
"Identifikasi belum maksimal, baru dicek menggunakan sketsa wajah. Masih proses penyelidikan," kata Kanit Reskrim Polsek Kramat Jati Fadoli saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat.
Dalam proses penyelidikan, penyidik menggunakan sketsa wajah pelaku berdasarkan keterangan saksi di lokasi kejadian.
Fadoli menyebutkan hingga saat ini, pelaku belum diamankan. Meski begitu, polisi terus melakukan penelusuran terhadap identitas perempuan yang terekam dalam video yang sempat viral di media sosial tersebut.
"Sudah kita lakukan penyelidikan lebih lanjut, sementara masih belum ada hasil. Mungkin karena kasusnya viral, jadi pelaku pergi jauh," ujar Fadoli.
Menurut dia, penyidik masih mengumpulkan berbagai informasi dari masyarakat untuk membantu mengungkap identitas pelaku.
Namun, beberapa informasi yang sempat diterima sebelumnya ternyata tidak sesuai dengan fakta di lapangan.
"Kemarin, ada beberapa informasi katanya kenal, ternyata bukan," ucap Fadoli.
Baca juga: Perempuan pencuri uang takziah di Kramat Jati sudah tiga kali beraksi
Dari informasi sementara, pelaku diduga memiliki alamat di Palembang, meski hal itu masih perlu dipastikan lebih lanjut.
Sementara itu, jumlah uang takziah yang diduga dicuri juga belum diketahui secara pasti, karena amplop sumbangan dari warga yang datang melayat belum sempat dibuka dan dihitung oleh pihak keluarga.
"Karena sumbangan warga yang ada di amplop belum sempat dibuka dan dihitung oleh keluarga, jadi tidak diketahui jumlahnya," ungkap Fadoli.
Sebelumnya, seorang perempuan yang mencuri uang takziah di kawasan Kramat Jati, Jakarta Timur, diduga telah melakukan tindakan serupa di dua tempat yang berbeda sebelumnya.
"Iya, betul, sama seperti dua kejadian sebelumnya," kata Kepala Unit Reserse Kriminal (Kanit Reskrim) Polsek Kramat Jati AKP Fadoli saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu (4/3).
Polisi mengungkapkan pelaku yang sama itu sudah melakukan tindakan serupa sedikitnya dua kali di wilayah berbeda dengan modus yang sama, yakni berpura-pura melayat. Dengan begitu, pelaku telah melakukan tindak kejahatan itu sebanyak tiga kali.
Pelaku dalam kasus pencurian uang takziah di Kramat Jati identik dengan dua kejadian sebelumnya.
"Betul, memang kasus dan pelakunya sama," ujar Fadoli.
Baca juga: Polisi usut pencurian uang takziah di Kramat Jati Jaktim
Dua tindak kejahatan serupa sebelumnya terjadi di Jalan Damai, kawasan Lubang Buaya, pada 22 Desember 2025 dan di Jalan Bambu Kuning, Bambu Apus pada 4 Februari 2026.
Dalam ketiga peristiwa tersebut, pelaku diduga menggunakan pola yang sama, yaitu menyasar rumah duka dan memanfaatkan situasi berkabung untuk melancarkan niat jahatnya.
Berdasarkan penyelidikan sementara, perempuan itu datang ke rumah duka dengan berpura-pura mengenal keluarga almarhum.
Dia kemudian berbaur dengan para pelayat lain agar tidak menimbulkan kecurigaan. Saat kondisi lengah, pelaku diduga mengambil uang sumbangan takziah yang dikumpulkan dari para tamu.
Penyidik kini tengah mengumpulkan bukti tambahan, termasuk rekaman kamera pengawas (CCTV) dan keterangan saksi di tiga lokasi berbeda.
Kejadian tersebut viral di media sosial Instagram @info_cipayung. Terlihat dalam rekaman kamera pengawas (CCTV), pelaku lari ke luar setelah melancarkan niat buruknya di rumah duka di Jalan Dukuh IV, Kampung Dukuh, Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (2/3).
Baca juga: Modus jadi pelayat, perempuan curi uang takziah di Jaktim
Baca juga: Polisi bekuk dua pencuri sepeda motor asal Lampung di Jakpus
Pewarta: Siti Nurhaliza
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































