Jakarta (ANTARA) - Polisi melakukan uji balistik terhadap temuan peluru nyasar yang masuk ke dalam rumah kontrakan milik warga hingga nyaris mengenai seorang anak yang tengah belajar di ruang tamu rumah pada Rabu (20/5) pagi.
"Masih diuji balistik agar diketahui jenis pelurunya dan senjata apa, nanti kan ada keterangan dari Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri," kata Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Ciracas AKP Hotman Capandi di Jakarta, Jumat.
Hotman menyebut, pihaknya terus mendalami kasus peluru tersebut. Pemeriksaan balistik dilakukan untuk mengetahui jenis peluru sekaligus senjata api yang digunakan dalam insiden tersebut.
"Pemeriksaan itu dilakukan oleh Puslabfor Polri untuk mengetahui jelas jenis pelurunya apa," ujarnya.
Menurut Hotman, hasil uji balistik nantinya akan menjadi petunjuk penting bagi penyidik untuk mengungkap asal peluru yang nyasar hingga menembus rumah warga tersebut.
Dari hasil pemeriksaan laboratorium, polisi dapat mengetahui karakteristik proyektil dan kecocokannya dengan jenis senjata tertentu.
Meski proses pemeriksaan sudah berjalan, polisi belum dapat memastikan kapan hasil uji balistik selesai. Saat ini penyidik masih menunggu analisis lanjutan dari tim forensik Polri.
"Kami masih menunggu keterangan lanjutan dari Puslabfor Polri," ucap Hotman.
Menurut dia, kasus tersebut perlu diusut serius mengingat penggunaan senjata api di lingkungan permukiman padat penduduk sangat berbahaya dan dapat mengancam keselamatan masyarakat.
Selain menunggu hasil uji balistik, penyidik Polsek Ciracas juga masih mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi di sekitar lokasi kejadian.
Warga di Jalan Nurul Hidayah, RT 02/RW 02, Kelurahan Kelapa Dua Wetan, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur, digegerkan dengan temuan peluru nyasar yang masuk ke dalam rumah kontrakan milik warga, pada Rabu (20/5).
Proyektil tersebut bahkan nyaris mengenai seorang anak yang tengah belajar di ruang tamu rumah.
"Anak saya lagi belajar di bawah situ. Untungnya pelurunya jatuhnya miring ke depan lemari, jadi tidak kena anak saya," kata penghuni rumah, Hamidah, saat ditemui di kontrakannya, Jakarta Timur, Rabu (20/5).
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 09.50 WIB di sebuah rumah kontrakan berukuran kurang lebih 30 meter persegi yang dihuni pasangan suami istri bersama dua anak laki-laki mereka.
Baca juga: Dikira batu jatuh, pemilik rumah di Jakbar jadi korban peluru nyasar
Baca juga: Peluru nyasar tembus atap rumah di Ciracas, nyaris kena seorang anak
Pewarta: Siti Nurhaliza
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































