Jakarta (ANTARA) - Polisi mengusut kasus dugaan pelecehan terhadap seorang siswi SMP di Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat.
"Lagi kita lidik dan dalami dulu kronologinya," kata Kapolsek Kalideres, Kompol Rihold Sihotang melalui pesan singkat di Jakarta, Kamis.
Rihold pun menegaskan bahwa kronologis sebenarnya dari dugaan pelecehan itu perlu diusut, lantaran informasi yang beredar hingga viral di media sosial berbeda dengan keterangan korban.
"Iya (informasi media sosial berbeda dengan keterangan korban kepada petugas). Karena pengakuan anaknya (korban), enggak ada pegang (anggota tubuh)," ujar Rihold.
Adapun ayah korban, kaya Rihold, tidak membuat laporan polisi, lantaran kasus dugaan pelecehan itu disepakati damai oleh pihak keluarga korban dan terduga pelaku.
Kendati demikian, pihak kepolisian masih berupaya untuk mendalami kronologis sebenarnya dari kejadian tersebut.
"Ayah korban enggak mau buat laporan dan mereka berdamai di hari yang sama (Selasa (7/4)). Makanya kita mau dalami dulu bagaimana kronologinya," terang Rihold.
Dalam rekaman video viral, sejumlah siswa SMP berusaha mengamuk terduga pelaku. Namun, petugas Satpam terlihat melindunginya.
Baca juga: Penipuan modus "black dollar", WNA Korsel rugi Rp1,6 miliar
Baca juga: Kriminal kemarin, kasus penyiraman air keras hingga Rismon Sianipar
Baca juga: Kasus Net89, mantan Dirut PT. CAD divonis empat tahun delapan bulan
Pewarta: Redemptus Elyonai Risky Syukur
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































