Solok Selatan (pilar.id) – Universitas Negeri Padang (UNP) menghadirkan inovasi SIGMA-TKA, sebuah platform bank soal digital yang dikembangkan untuk mendukung latihan dan try out Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika bagi guru dan siswa.
Platform tersebut diperkenalkan melalui Program Pengabdian UNP Berdampak dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Analisis dan Penyusunan Soal Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika serta Pengembangan Bank Soal Digital bagi Guru MTs dan MA se-Solok Selatan. Kegiatan berlangsung pada 10–11 Agustus 2026 di MAN 1 Solok Selatan.
Sebanyak 27 guru Matematika dari Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) mengikuti kegiatan tersebut. Program ini dirancang untuk memperkuat kemampuan guru dalam menganalisis dan menyusun soal sesuai karakteristik TKA sekaligus memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung kesiapan peserta didik menghadapi TKA Matematika.
Kegiatan dibuka oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Solok Selatan, Fitriyoni, S.H., M.H. Sementara itu, tim pengabdian UNP terdiri atas Ayuni Kemala Safira, S.Pd., M.Si., Dr. Suherman, S.Pd., M.Si., Dr. Yeka Hendriyani, S.Kom., M.Kom., serta Fardatil Aini Agusti, M.Pd.
Program tersebut juga melibatkan dua mahasiswa UNP, Ahmad Zikri dan Vaulia Verliana. Keduanya turut berperan dalam pengembangan platform SIGMA-TKA sekaligus mendampingi para peserta selama pelaksanaan Bimtek.
Berdasarkan keterangan tertulis yang diterima Kantor Komunikasi dan Pemasaran Strategis UNP, Sabtu (29/8/2026), kegiatan ini berangkat dari kebutuhan guru terhadap ketersediaan soal yang sesuai dengan karakteristik TKA, khususnya soal yang mampu mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi atau Higher Order Thinking Skills (HOTS).
Penyusunan soal berkualitas membutuhkan waktu, analisis, dan proses yang tidak singkat. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi guru yang juga memiliki berbagai tugas dan tanggung jawab dalam pelaksanaan pembelajaran.
Melalui SIGMA-TKA, guru dapat menyusun, mengelola, dan berbagi bank soal secara digital. Di sisi lain, siswa dapat memanfaatkan platform tersebut sebagai sarana latihan dan mengikuti try out TKA Matematika.
Pengelompokan soal berdasarkan materi Matematika juga diharapkan memudahkan guru dalam memilih dan menggunakan soal sesuai kompetensi yang ingin dilatihkan kepada siswa.
SIGMA-TKA tidak hanya dikembangkan sebagai tempat penyimpanan soal, tetapi juga sebagai ruang kolaborasi bagi para guru. Dalam Bimtek tersebut, setiap peserta diminta menyusun 10 butir soal TKA Matematika.
Dengan jumlah peserta mencapai 27 guru, kegiatan tersebut berpotensi menghasilkan hingga 270 butir soal baru yang dapat memperkaya bank soal digital dan dimanfaatkan bersama sebagai sumber latihan.
Ketua Tim Pengabdian UNP, Ayuni Kemala Safira, mengatakan kolaborasi menjadi salah satu konsep utama dalam pengembangan SIGMA-TKA. Menurutnya, keberlanjutan platform sangat bergantung pada keterlibatan guru, bukan hanya sebagai pengguna, tetapi juga sebagai kontributor pengembangan bank soal.
Ayuni berharap semakin banyak guru yang berkontribusi menyusun soal sehingga koleksi dalam SIGMA-TKA dapat terus berkembang dan memberikan manfaat lebih luas dalam mendukung persiapan siswa menghadapi TKA.
Selain pendampingan penggunaan platform, peserta Bimtek juga memperoleh pelatihan mengenai analisis dan penyusunan soal berdasarkan tingkat kemampuan berpikir.
Materi mencakup Lower Order Thinking Skills (LOTS), Middle Order Thinking Skills (MOTS), hingga Higher Order Thinking Skills (HOTS). Para guru diberikan pemahaman mengenai karakteristik masing-masing tingkat kemampuan berpikir serta strategi menyusun soal secara sistematis sesuai kompetensi yang hendak diukur.
Salah seorang peserta, Zilfia Maharani, S.Pd.I., M.Pd., guru Matematika MAN 2 Solok Selatan, menilai kegiatan tersebut memberikan pengalaman dan wawasan baru bagi peserta.
Menurut Zilfia, pelatihan khusus mengenai TKA sebelumnya belum pernah ia peroleh. Karena itu, Bimtek melalui Program UNP Berdampak dinilai relevan dengan kebutuhan guru dalam mempersiapkan siswa menghadapi sistem evaluasi akademik tersebut.
Ia berharap pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan dapat segera diterapkan dalam proses pembelajaran dan penyusunan soal di sekolah.
Zilfia juga menilai keberlanjutan program menjadi penting, terutama bagi guru di daerah yang memiliki jarak cukup jauh dari Kota Padang. Program pendampingan dan peningkatan kompetensi, menurutnya, dapat membantu guru tetap memperoleh kesempatan untuk memperbarui pengetahuan serta meningkatkan kualitas pembelajaran.
Setelah kegiatan berakhir, SIGMA-TKA diharapkan tetap dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh guru maupun siswa. Bank soal yang tersedia dapat terus dikembangkan melalui kontribusi para pengguna, sementara fasilitas latihan dan try out dapat menjadi bagian dari persiapan menghadapi TKA Matematika.
Ke depan, platform SIGMA-TKA juga berpotensi dikembangkan melalui penambahan fitur serta perluasan cakupan pengguna agar dapat menjangkau lebih banyak sekolah dan madrasah.
Inovasi tersebut menjadi bagian dari komitmen UNP untuk menghadirkan program pengabdian kepada masyarakat yang tidak berhenti pada pelaksanaan pelatihan, tetapi juga menghasilkan solusi yang dapat dimanfaatkan oleh mitra secara berkelanjutan.
Melalui pengembangan SIGMA-TKA dan penguatan kompetensi penyusunan soal, UNP mendorong terciptanya kolaborasi antarguru, peningkatan kualitas sumber belajar, serta kesiapan sekolah dan peserta didik dalam menghadapi TKA Matematika.
Program ini juga berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Quality Education melalui peningkatan kompetensi guru dan penyediaan sumber belajar yang mendukung kesiapan siswa.
Selain itu, pengembangan SIGMA-TKA turut mendukung SDG 9 tentang Industry, Innovation and Infrastructure melalui pemanfaatan inovasi digital dalam pengelolaan, pengembangan, dan penggunaan bank soal untuk mendukung pendidikan. (usm/hdl)

15 hours ago
13












































