Alita dan PLN Electricity Services Jalin Kemitraan Strategis untuk Perkuat Teknologi Ketenagalistrikan

13 hours ago 9

Jakarta (pilar.id) – PT Alita Praya Mitra (Alita) dan PLN Electricity Services (PLN ES) menjalin kemitraan strategis jangka panjang untuk memperkuat pemanfaatan teknologi dan infrastruktur dalam mendukung perkembangan sektor ketenagalistrikan Indonesia.

Kemitraan tersebut ditandai melalui Strategic Partnership Signing Ceremony di Jakarta, Kamis (27/8/2026). Kolaborasi ini mempertemukan kompetensi PLN ES dalam bidang engineering ketenagalistrikan dengan kapabilitas Alita di bidang network engineering, teknologi informasi dan komunikasi, integrasi sistem, infrastruktur, serta layanan terkelola.

Sebagai tahap awal kerja sama, kedua perusahaan akan melakukan validasi teknologi atau proof of concept untuk solusi Surveillance Asset Management pada aset jaringan ketenagalistrikan. Teknologi tersebut akan diuji untuk menjawab kebutuhan operasional di lapangan, terutama dalam mempercepat proses pemantauan dan pemeriksaan aset, meminimalkan risiko pekerjaan, serta menghasilkan data analitik untuk mendukung perencanaan pemeliharaan.

President Director PT Alita Praya Mitra, Joseph Lumban Gaol, mengatakan kemitraan tersebut menjadi langkah strategis bagi Alita dalam membangun kolaborasi jangka panjang sekaligus memperluas penerapan teknologi dan kapabilitas engineering dalam negeri di sektor ketenagalistrikan.

Menurut Joseph, proses validasi bersama menjadi bagian penting untuk memastikan solusi yang dikembangkan benar-benar dapat memberikan manfaat terukur dan nilai tambah bagi kebutuhan operasional. Kolaborasi tersebut juga diharapkan memperkuat peran talenta serta teknologi nasional dalam mendukung peningkatan layanan ketenagalistrikan di Indonesia.

Landasan utama kemitraan ini adalah penggabungan dua kompetensi dalam domain Operational Technology atau OT. PLN ES memiliki keahlian dalam sistem ketenagalistrikan, termasuk Supervisory Control and Data Acquisition atau SCADA, sementara Alita memiliki kapabilitas pada jaringan komunikasi data dan integrasi teknologi.

Konvergensi kedua kompetensi tersebut membuka peluang pengembangan solusi terintegrasi untuk mendukung pengelolaan infrastruktur ketenagalistrikan. Salah satu teknologi yang akan diuji pada tahap awal memanfaatkan surveillance technology berbasis drone.

Drone tersebut dilengkapi sensor LIDAR (Light Detection and Ranging), sensor thermal, serta sensor visual untuk mengumpulkan data kondisi aset di lapangan. Data dalam jumlah besar yang diperoleh kemudian akan diintegrasikan dan diolah menggunakan perangkat lunak pengolahan data milik Alita.

Hasil pengolahan data selanjutnya ditampilkan melalui Dashboard Operasional OASIS milik PLN Electricity Services. Sistem ini diharapkan dapat memberikan gambaran kondisi aset secara lebih akurat dan terkini sehingga mendukung pengambilan keputusan serta perencanaan pemeliharaan yang lebih efektif.

Pengelolaan data menjadi salah satu aspek penting dalam kolaborasi tersebut. Volume data dari proses pemantauan aset membutuhkan kemampuan engineering yang komprehensif, terutama untuk menjaga ketersediaan, keandalan, dan keamanan informasi yang digunakan dalam mendukung operasional sektor ketenagalistrikan.

Ke depan, kerja sama Alita dan PLN ES direncanakan berkembang ke sejumlah bidang lain yang relevan dengan kebutuhan industri. Area kolaborasi tersebut mencakup modernisasi infrastruktur jaringan dan konektivitas aset ketenagalistrikan, integrasi sistem pemantauan berbasis data, serta pengembangan layanan terkelola untuk memperkuat keandalan operasional.

Direktur Utama PLN Electricity Services, Susiana Mutia, menilai kemitraan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara kapabilitas engineering ketenagalistrikan dan kompetensi teknologi nasional.

Menurut Susiana, kebutuhan sektor ketenagalistrikan ke depan tidak hanya bergantung pada keandalan engineering, tetapi juga membutuhkan dukungan teknologi, infrastruktur, konektivitas, serta kemampuan integrasi sistem yang semakin kuat.

Ia menambahkan bahwa kerja sama tersebut dapat membuka peluang lebih luas bagi perusahaan dan talenta lokal untuk mengambil peran dalam pengembangan ekosistem teknologi nasional. Pemanfaatan solusi berbasis teknologi diharapkan dapat mendukung layanan ketenagalistrikan yang lebih aman, efisien, dan berkelanjutan.

Susiana juga menekankan bahwa pengembangan teknologi harus tetap disesuaikan dengan kebutuhan operasional dan tata kelola perusahaan. Setiap solusi yang dikembangkan perlu memberikan manfaat terukur serta memperhatikan aspek keamanan, efektivitas, dan kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku.

Melalui kemitraan strategis ini, Alita dan PLN Electricity Services berharap kerja sama tidak berhenti pada penandatanganan kesepakatan, melainkan berkembang menjadi kolaborasi produktif dalam pengembangan solusi teknologi dan infrastruktur untuk menghadapi kebutuhan sektor ketenagalistrikan Indonesia yang terus berkembang. (ret/hdl)

Read Entire Article
Bansos | Investasi | Papua | Pillar |