PHR Operasikan EPF Libo GS, Perkuat Kapasitas Produksi dan Keandalan Lapangan Migas Rokan

8 hours ago 11

Ringkasan Berita

  • PHR Zona Rokan mengoperasikan EPF baru di Libo Gathering Station, Kabupaten Siak.
  • EPF ditujukan untuk mengatasi keterbatasan fasilitas dan meningkatkan keandalan pengelolaan produksi.
  • PHR sebelumnya meningkatkan kapasitas Gardu Induk Libo dari 10,5 MVA menjadi 24,5 MVA.
  • Sumur Libo SE #86 mencatat produksi uji hingga 1.274 BOPD dengan water cut 0 persen.
  • Penguatan fasilitas Libo menjadi bagian dari upaya menjaga produksi migas WK Rokan dan ketahanan energi nasional.

Siak (pilar.id) – PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona Rokan resmi mengoperasikan Early Production Facility (EPF) di Libo Gathering Station (GS), Kabupaten Siak, Riau. Fasilitas baru tersebut dihadirkan untuk mengatasi keterbatasan fasilitas produksi sekaligus meningkatkan kapasitas penampungan dan pengolahan minyak dari Lapangan Libo.

Pengoperasian EPF menjadi bagian dari langkah PHR memperkuat keandalan operasional di wilayah kerja (WK) Rokan. Peresmian fasilitas dilakukan melalui agenda apresiasi bertajuk New Chapter, Greater Production, Brighter Future Libo Operation di area Libo GS, Senin (24/8/2026).

Fasilitas EPF dirancang sebagai penunjang produksi agar aliran hasil produksi migas dari Lapangan Libo dapat dikelola secara lebih optimal. Kehadiran fasilitas tersebut juga menjadi respons terhadap facility constraint yang sebelumnya menjadi salah satu faktor pembatas dalam optimalisasi produksi.

General Manager PHR Zona Rokan, Andre Wijanarko, menyampaikan bahwa pengoperasian EPF merupakan hasil sinergi berbagai fungsi dan mitra kerja dalam mendukung keberlanjutan produksi energi nasional.

Menurut Andre, keberhasilan proyek tersebut tidak hanya berdampak pada peningkatan kapasitas dan keandalan fasilitas di Libo, tetapi juga menjadi bagian dari upaya PHR menjaga stabilitas produksi migas nasional.

EPF Libo Jadi Bagian dari Penguatan Infrastruktur Produksi

Pengoperasian EPF tidak berdiri sendiri. Pada momentum yang sama, PHR memberikan apresiasi terhadap penyelesaian sejumlah proyek strategis di area Libo, termasuk penggantian cerobong pembakaran gas serta pembangunan Integrated Fire Alarm System (IFAS) dan Public Address & General Alarm (PAGA).

Seluruh proyek tersebut diselesaikan dengan mengedepankan aspek keselamatan dan pencapaian indikator kinerja utama (KPI) fungsi Project & Technical Engineering.

Penyelesaian proyek melibatkan kolaborasi lintas fungsi di lingkungan PHR, mulai dari Project & Technical Engineering (PTE), Operations, Maintenance, hingga Operations Support & Facilities (OSF). Pelaksanaan proyek juga mendapat dukungan dari mitra kerja, antara lain PT PSI dan PT WKS.

Rangkaian pencapaian tersebut memperkuat fondasi operasional Libo untuk memasuki fase pengelolaan produksi yang lebih andal, aman, efektif, dan produktif.

Andre Wijanarko juga mendorong seluruh pekerja dan mitra kerja untuk mempertahankan budaya keselamatan, memperkuat kolaborasi, serta terus mencari peluang peningkatan kinerja operasi.

Pengoperasian EPF sekaligus menambah catatan keberhasilan teknis PHR di Lapangan Libo yang sebelumnya telah mencatat sejumlah peningkatan kapasitas infrastruktur pendukung produksi.

Infrastruktur Listrik Libo Diperkuat, Produksi Sumur Capai 1.274 BOPD

Sebelum EPF Libo GS beroperasi, PHR telah menyelesaikan Libo Substation Upgrade, proyek peningkatan kapasitas Gardu Induk Libo dari 10,5 MVA menjadi 24,5 MVA.

Proyek tersebut berhasil diselesaikan dua bulan lebih cepat dibandingkan target dalam Work Program & Budget (WP&B). Peningkatan kapasitas kelistrikan menjadi elemen penting untuk mendukung keandalan fasilitas produksi, termasuk Electrical Submersible Pump (ESP) dan Water Injection Pump (WIP).

Penguatan infrastruktur tersebut turut mendukung performa uji produksi sumur Libo SE #86. Sumur tersebut mencatatkan produksi hingga 1.274 barel minyak per hari (BOPD) dengan kandungan air atau water cut sebesar 0 persen.

Rangkaian proyek di Lapangan Libo menunjukkan pendekatan PHR dalam mengoptimalkan produksi tidak hanya melalui pengeboran dan pengembangan sumur, tetapi juga dengan memperkuat fasilitas penunjang, sistem kelistrikan, keselamatan, serta keandalan operasional.

Capaian tersebut juga menjadi bagian dari penerapan teknologi hulu migas dan penguatan kepatuhan terhadap aspek Health, Safety, and Environment (HSE).

Dengan beroperasinya EPF Libo GS dan selesainya berbagai proyek pendukung, PHR Zona Rokan menargetkan pengelolaan operasi Libo yang semakin efisien dan andal. Penguatan fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu menjaga kesinambungan produksi migas dari WK Rokan sekaligus berkontribusi terhadap ketahanan energi Indonesia.

Read Entire Article
Bansos | Investasi | Papua | Pillar |