Jakarta (pilar.id) – NVIDIA resmi menjalin kolaborasi strategis dengan Ineffable Intelligence untuk mengembangkan infrastruktur kecerdasan buatan (AI) generasi baru berbasis reinforcement learning.
Kerja sama ini diumumkan setelah Ineffable Intelligence, perusahaan AI yang didirikan oleh arsitek AlphaGo, David Silver, keluar dari mode stealth pekan lalu.
Kolaborasi tersebut berfokus pada pengembangan sistem AI yang disebut sebagai “superlearners”, yakni agen AI yang mampu belajar secara berkelanjutan melalui pengalaman dan proses trial and error, bukan hanya dari data manusia yang sudah tersedia.
CEO NVIDIA, Jensen Huang, menilai pendekatan tersebut akan menjadi fase berikutnya dalam perkembangan AI global. Menurutnya, sistem AI masa depan tidak lagi hanya mengandalkan pretraining berbasis dataset statis, melainkan mampu menemukan pengetahuan baru secara mandiri.
AI Bergerak dari Data Manusia ke Pembelajaran Berbasis Pengalaman
David Silver menjelaskan bahwa industri AI selama ini relatif berhasil membangun sistem yang memahami pengetahuan manusia yang sudah ada. Namun tantangan berikutnya adalah menciptakan AI yang mampu menghasilkan pengetahuan baru melalui pengalaman langsung.
Pendekatan reinforcement learning memungkinkan sistem AI belajar dengan melakukan tindakan, mengamati hasil, mengevaluasi skor, lalu memperbarui model secara terus-menerus dalam siklus yang sangat cepat.
Berbeda dengan model AI konvensional yang dilatih menggunakan kumpulan data tetap, reinforcement learning menghasilkan data secara dinamis saat proses berjalan. Hal ini menciptakan kebutuhan komputasi yang jauh lebih kompleks, terutama pada aspek bandwidth memori, interkoneksi, hingga sistem serving AI.
Selain itu, model pembelajaran berbasis pengalaman juga diperkirakan membutuhkan arsitektur AI dan algoritma pelatihan baru yang berbeda dari model berbasis bahasa saat ini.
NVIDIA Siapkan Infrastruktur AI Skala Besar
Dalam proyek ini, tim insinyur NVIDIA dan Ineffable Intelligence akan bersama-sama merancang pipeline pelatihan reinforcement learning berskala besar.
Pengembangan awal dilakukan menggunakan platform NVIDIA Grace Blackwell dan akan menjadi salah satu proyek awal yang mengeksplorasi platform penerus NVIDIA, yakni NVIDIA Vera Rubin.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat membantu industri memahami kebutuhan perangkat keras dan perangkat lunak AI generasi berikutnya, terutama ketika dunia AI mulai bergerak melampaui data manusia menuju model berbasis simulasi dan pengalaman.
NVIDIA menilai keberhasilan membangun infrastruktur reinforcement learning berskala besar akan membuka peluang lahirnya berbagai terobosan baru di banyak bidang ilmu pengetahuan melalui agen AI yang mampu bereksperimen dan belajar secara mandiri.
Potensi Dampak bagi Masa Depan Industri AI
Kerja sama ini dinilai menjadi sinyal kuat bahwa industri AI global mulai memasuki era baru setelah ledakan model generatif berbasis large language model (LLM).
Jika sebelumnya fokus utama industri adalah membangun AI yang mampu memahami dan menghasilkan bahasa manusia, pendekatan reinforcement learning generasi baru diarahkan untuk menciptakan sistem yang dapat mengeksplorasi lingkungan digital, melakukan simulasi kompleks, hingga menemukan solusi baru tanpa ketergantungan penuh pada data manusia.
Langkah NVIDIA dan Ineffable Intelligence juga memperlihatkan semakin pentingnya infrastruktur komputasi AI berperforma tinggi dalam mendukung evolusi teknologi kecerdasan buatan di masa depan. (ret)

6 hours ago
6
















































