Jakarta (pilar.id) – Program kolaborasi antara WINGS Group Indonesia dan UNICEF kembali diperkuat pada 2026 melalui peluncuran rangkaian edukasi Manajemen Kebersihan Menstruasi (MKM) bagi remaja putri di sekolah. Inisiatif ini dijalankan lewat kampanye WINGS for UNICEF bersama produk pembalut Hers Protex, dengan fokus meningkatkan pemahaman serta akses terhadap praktik kebersihan menstruasi yang layak.
Program tersebut menyasar 20 Sekolah Menengah Pertama di Kabupaten Bandung Barat dan Makassar, dengan target menjangkau sekitar 2.000 siswi serta 2.000 orang tua. Kegiatan edukasi dijadwalkan berlangsung sepanjang Mei hingga Juli 2026, mencakup sosialisasi kesehatan menstruasi dan penguatan peran lingkungan sekolah yang suportif.
Isu menstruasi masih kerap dianggap sensitif untuk dibahas secara terbuka, terutama di lingkungan pendidikan. Minimnya informasi yang tepat membuat banyak remaja putri mengalami kecemasan saat menghadapi menstruasi pertama. Di sisi lain, keterbatasan fasilitas sanitasi di sekolah turut memperburuk situasi.
Data Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi pada 2022 menunjukkan rasio toilet siswa di tingkat SMP masih jauh dari standar. Secara nasional, perbandingan toilet laki-laki mencapai 1:85 dan perempuan 1:74, tanpa satu pun provinsi memenuhi standar ideal. Kondisi ini menegaskan perlunya intervensi edukasi dan perbaikan fasilitas secara bersamaan.
Perwakilan WINGS Group, Stella Eidelina, menekankan bahwa program ini bertujuan membangun pemahaman sejak dini mengenai pentingnya kebersihan menstruasi, termasuk pemilihan produk yang tepat. Dengan edukasi yang memadai, diharapkan remaja putri dapat menjalani aktivitas belajar dengan lebih nyaman dan percaya diri.
Dari sisi global, UNICEF Indonesia menyoroti dampak langsung kurangnya edukasi terhadap kehadiran siswa. Muhammad Zainal, spesialis WASH UNICEF Indonesia, mengungkapkan bahwa satu dari tujuh anak perempuan di Indonesia memilih absen sekolah selama menstruasi. Fakta ini memperlihatkan bahwa isu kebersihan menstruasi berkaitan erat dengan akses pendidikan.
Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi langkah strategis untuk memastikan remaja putri tetap dapat belajar secara optimal tanpa hambatan biologis maupun sosial.
Dukungan dari tenaga medis juga menjadi bagian penting dalam program ini. dr. Dinda Derdameysia, Sp.OG., menjelaskan bahwa edukasi menstruasi sejak remaja membantu individu memahami perubahan tubuh secara lebih baik dan meningkatkan kesiapan menghadapi masa pubertas. Ia menambahkan bahwa faktor pendukung seperti lingkungan sekolah yang informatif, peran orang tua, serta fasilitas sanitasi yang memadai sangat menentukan kenyamanan selama menstruasi.
Program ini tidak hanya berfokus pada penyampaian informasi, tetapi juga mendorong terciptanya ekosistem sekolah yang lebih inklusif dan ramah bagi remaja putri. Pendekatan tersebut sejalan dengan upaya peningkatan akses air, sanitasi, dan kebersihan (WASH) di lingkungan pendidikan.
Melalui inisiatif ini, WINGS dan UNICEF berharap dapat memperkuat praktik kebersihan menstruasi di Indonesia sekaligus menciptakan generasi yang lebih sehat, percaya diri, dan produktif. Program ini juga menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan WINGS dalam menghadirkan dampak sosial melalui produk yang terjangkau dan berkualitas bagi masyarakat luas. (ret/hdl)

19 hours ago
17

















































