Ringkasan Berita
- ASDP mencatat 2,59 juta penumpang selama arus mudik Lebaran 2026
- Jumlah kendaraan mencapai 667 ribu unit, naik 7,2%
- Lintasan Jawa–Sumatera dan Bali tetap jadi yang tersibuk
- Tiket arus balik masih tersedia hingga 98,66%
- Program diskon tarif telah dimanfaatkan lebih dari 1 juta pengguna
Jakarta (pilar.id) – Di tengah tingginya mobilitas masyarakat pada Angkutan Lebaran 2026, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memastikan layanan penyeberangan tetap berjalan optimal di 15 lintasan pantauan nasional.
Secara kumulatif sejak H-10 hingga hari H, jumlah penumpang mencapai 2.596.597 orang, meningkat 5,4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tercatat 2.463.910 orang. Sementara itu, total kendaraan yang menyeberang mencapai 667.526 unit, atau naik 7,2% dari tahun sebelumnya.
Pada hari puncak, yakni 21 Maret 2026, jumlah penumpang tercatat 156.838 orang, naik 1,7% dibandingkan tahun lalu. Sedangkan kendaraan mencapai 40.066 unit, meningkat tipis 0,6%.
Data ini menunjukkan bahwa lonjakan mobilitas masih berada dalam kendali operator, meskipun terjadi peningkatan signifikan pada volume perjalanan.
Lintasan Strategis Jadi Titik Krusial
Lintasan utama seperti:
- Pelabuhan Merak – Pelabuhan Bakauheni
- Pelabuhan Ketapang – Pelabuhan Gilimanuk
masih menjadi koridor tersibuk selama periode mudik.
Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menegaskan bahwa peningkatan trafik berhasil diantisipasi melalui optimalisasi operasional dan koordinasi lintas instansi.
ASDP menerapkan berbagai strategi, seperti:
- Penyesuaian pola operasi kapal
- Penambahan kapasitas layanan
- Rekayasa lalu lintas (buffer zone dan delaying system)
- Strategi Arus Balik dan Pengalihan Layanan
Untuk mengantisipasi arus balik, ASDP melakukan pengalihan layanan ke Pelabuhan BBJ Bojonegara bagi kendaraan logistik dan berat (golongan VIB–IX) pada 23–29 Maret 2026.
Sementara kendaraan pribadi dan sepeda motor tetap dilayani melalui Pelabuhan Merak.
Selain itu, sistem Tiba–Bongkar–Berangkat (TBB) diterapkan untuk mempercepat proses bongkar muat kapal, didukung oleh penguatan sistem kendali berbasis real-time melalui Port Operational Control Center.
Ketersediaan Tiket dan Imbauan ke Masyarakat
Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, menyampaikan bahwa ketersediaan tiket arus balik masih sangat memadai.
Hingga periode H sampai H+10:
- Tingkat ketersediaan tiket mencapai 98,66%
- Pembelian tiket dianjurkan melalui aplikasi Ferizy sejak H-60
Masyarakat juga diimbau untuk:
- Mengisi data penumpang dengan benar
- Datang ke pelabuhan sesuai jadwal tiket
- Program Diskon Tarif Dorong Minat Mudik
ASDP juga menghadirkan stimulus berupa diskon tarif yang cukup signifikan. Program ini telah dimanfaatkan oleh lebih dari 1,06 juta pengguna jasa sejak 12 Maret 2026.
Rinciannya:
- Potongan hingga 100% tarif jasa pelabuhan
- Setara sekitar 21,9% dari total tarif
- Realisasi anggaran mencapai Rp14,5 miliar (40,84% dari target)
Program ini berlaku di sejumlah lintasan strategis seperti:
- Merak–Bakauheni
- Ketapang–Gilimanuk
- Lembar–Padangbai
- Kupang–Rote dan sekitarnya
- Kebijakan Tambahan untuk Arus Balik
Untuk menjaga kelancaran arus balik, ASDP juga menerapkan kebijakan single tarif di Pelabuhan Bakauheni mulai 23 hingga 31 Maret 2026.
Langkah ini bertujuan mengurangi antrean kendaraan dan mempercepat distribusi arus kendaraan menuju Pulau Jawa.
Komitmen Jaga Layanan Aman dan Nyaman
Dengan tingginya mobilitas masyarakat pada musim Lebaran, ASDP menegaskan komitmennya untuk menjaga layanan tetap lancar, aman, dan nyaman.
Melalui penguatan operasional, digitalisasi layanan, serta koordinasi lintas sektor, arus mudik dan balik Lebaran 2026 diharapkan tetap terkendali hingga akhir periode angkutan.
Lonjakan jumlah penumpang dan kendaraan pada Lebaran 2026 menjadi indikator meningkatnya mobilitas masyarakat pascapemulihan ekonomi. Dengan strategi yang terukur dan dukungan teknologi, ASDP mampu menjaga stabilitas layanan penyeberangan nasional di tengah tekanan volume yang tinggi. (usm/hdl)

5 hours ago
3

















































