Ringkasan Berita
- Chelsea memecat Liam Rosenior setelah rentetan hasil buruk
- Klub sudah berganti lima pelatih sejak diambil alih Clearlake
- Frank Lampard masuk radar, namun Coventry ingin mempertahankannya
- Lampard sukses membawa Coventry promosi musim ini
- Situasi internal Chelsea dinilai masih belum stabil
London (pilar.id) – Klub raksasa Inggris, Chelsea, kembali menjadi sorotan setelah memutus kontrak pelatih Liam Rosenior hanya dalam waktu singkat. Keputusan tersebut menambah panjang daftar pergantian pelatih sejak era kepemilikan Clearlake Capital.
Di tengah situasi tersebut, nama legenda klub Frank Lampard kembali mencuat sebagai kandidat potensial untuk mengisi kursi manajer di Stamford Bridge.
Chelsea Kembali Ganti Pelatih, Performa Jadi Sorotan
Pemecatan Rosenior terjadi setelah Chelsea mengalami performa buruk, termasuk kekalahan telak 0-3 dari Brighton & Hove Albion. Hasil tersebut memperpanjang tren negatif menjadi lima kekalahan beruntun di Liga Inggris.
Sejak diakuisisi Clearlake Capital pada 2022, Chelsea telah mengalami ketidakstabilan di kursi pelatih. Rosenior menjadi pelatih kelima yang harus angkat kaki dalam periode tersebut, mencerminkan belum solidnya arah jangka panjang klub meski telah menggelontorkan investasi besar di bursa transfer.
Coventry Tanggapi Rumor Lampard
Di tengah spekulasi yang berkembang, Ketua Coventry City, Doug King, memberikan respons terkait masa depan Lampard. Ia menilai pelatih berusia 47 tahun itu tengah berada dalam situasi yang nyaman bersama timnya.
Lampard sendiri dinilai berhasil membangun kembali reputasinya sebagai pelatih setelah membawa Coventry meraih promosi musim ini. Dalam 18 bulan terakhir, performa tim meningkat signifikan dan menjadi salah satu kisah sukses di kompetisi Inggris.
Doug King juga mengakui bahwa rumor semacam ini merupakan hal yang biasa dalam dunia sepak bola, terutama ketika klub besar seperti Chelsea tengah mencari pelatih baru.
Peluang Comeback Lampard ke Chelsea
Kembalinya Lampard ke Chelsea tentu memiliki nilai emosional tinggi. Ia merupakan salah satu ikon terbesar dalam sejarah klub, dengan kontribusi besar saat masih aktif sebagai pemain.
Namun, keputusan tersebut tidak lepas dari risiko. Kondisi internal Chelsea yang belum stabil bisa menjadi tantangan besar bagi Lampard, terutama setelah ia mulai membangun kembali karier kepelatihannya dengan lebih matang.
Dari sisi statistik, Chelsea musim ini menunjukkan inkonsistensi yang signifikan, dengan rasio kekalahan tinggi dalam beberapa pekan terakhir. Sementara itu, Lampard justru sedang berada dalam tren positif bersama Coventry.
Situasi ini membuat kemungkinan kembalinya Lampard ke Stamford Bridge masih terbuka, tetapi belum menjadi keputusan yang pasti. Banyak pihak menilai langkah terbaik bagi Lampard saat ini adalah melanjutkan proyek jangka panjangnya bersama Coventry, setidaknya hingga situasi Chelsea lebih stabil. (wid/hdl)

22 hours ago
17

















































