Ringkasan Berita
- Grok menempati peringkat ketiga chatbot AI paling banyak dikunjungi di dunia.
- Data Similarweb mencatat 314 juta kunjungan web pada Januari 2026.
- DeepSeek turun ke posisi empat dengan sekitar 298 juta kunjungan.
- ChatGPT dan Gemini masih mendominasi pasar global.
- Kenaikan Grok terjadi di tengah sorotan isu moderasi dan keamanan konten.
Jakarta (pilar.id) – Chatbot kecerdasan buatan (AI) Grok milik Elon Musk resmi naik ke posisi ketiga sebagai platform generative AI dengan kunjungan web terbanyak di dunia. Data terbaru perusahaan analitik digital Similarweb menunjukkan Grok berhasil menyalip DeepSeek dalam jumlah trafik global pada Januari 2026.
Berdasarkan estimasi Similarweb yang pertama kali dilaporkan Forbes, Grok mencatat sekitar 314 juta kunjungan web sepanjang Januari 2026. Angka tersebut sedikit lebih tinggi dibandingkan DeepSeek yang mengumpulkan sekitar 298 juta kunjungan pada periode yang sama.
Dengan capaian itu, Grok kini berada di bawah ChatGPT milik OpenAI dan Gemini besutan Google yang masih mendominasi pasar chatbot AI global.
Trafik Web Jadi Indikator Persaingan Chatbot AI
Data Similarweb hanya menghitung kunjungan langsung ke situs web chatbot, bukan penggunaan melalui aplikasi seluler, API, atau integrasi pihak ketiga. Meski demikian, metrik ini dinilai relevan untuk mengukur tingkat kesadaran merek (brand awareness) dan minat pengguna yang secara aktif mengakses platform AI tertentu.
ChatGPT tetap memimpin dengan selisih yang sangat signifikan dibandingkan kompetitor lain. Sementara Gemini mempertahankan posisi kedua dengan pangsa trafik yang kuat berkat dukungan ekosistem Google.
Kenaikan peringkat Grok disebut tidak hanya dipicu oleh pertumbuhan internal, tetapi juga penurunan trafik bulanan DeepSeek. Secara persentase global, pangsa Grok masih jauh lebih kecil dibandingkan dua pemain teratas.
Strategi xAI dan Ekspansi Grok
Grok dikembangkan oleh perusahaan AI milik Elon Musk, xAI. Pada tahap awal, chatbot ini tersedia secara terbatas melalui platform media sosial X. Namun, dalam perkembangannya, Grok memperluas akses melalui aplikasi mandiri dan versi web, sehingga menjangkau pengguna di luar ekosistem X.
Strategi ekspansi tersebut dinilai meningkatkan visibilitas dan adopsi Grok secara global. Diferensiasi gaya respons yang lebih santai dan berani juga menjadi ciri khas yang membedakannya dari chatbot arus utama.
Meski begitu, pendekatan tersebut memicu kontroversi.
Sorotan Isu Moderasi dan Keamanan
Grok beberapa kali mendapat kritik terkait standar moderasi konten dan keamanan penggunaan AI. Salah satu polemik besar berkaitan dengan penyalahgunaan teknologi AI untuk menghasilkan gambar tidak senonoh tanpa persetujuan, yang memicu perdebatan luas tentang etika dan regulasi AI.
Selain itu, sejumlah pengamat juga menyoroti potensi bias politik serta kecenderungan respons yang dianggap terlalu provokatif.
Isu-isu tersebut mencerminkan tantangan besar dalam industri generative AI, yakni menyeimbangkan inovasi dan karakter unik dengan tanggung jawab, keamanan, serta kepatuhan terhadap regulasi.
Pasar Generative AI Masih Didominasi Raksasa Teknologi
Meskipun Grok berhasil masuk tiga besar, dominasi pasar tetap terkonsentrasi pada segelintir pemain besar yang memiliki keunggulan distribusi dan basis pengguna masif.
ChatGPT masih menjadi pemimpin absolut dalam trafik global, sementara Gemini memanfaatkan integrasi mendalam dengan layanan Google untuk mempertahankan posisinya.
Peringkat trafik juga bersifat dinamis. Peluncuran model AI terbaru, fitur multimodal, serta ekspansi ke segmen enterprise dapat mengubah lanskap persaingan dari bulan ke bulan.
Dinamika Industri AI Kian Kompetitif
Kenaikan Grok ke posisi ketiga mencerminkan dinamika persaingan yang semakin ketat di industri chatbot AI global. Meski belum menggeser dominasi ChatGPT dan Gemini, capaian ini menunjukkan adanya ruang kompetisi yang terbuka di bawah dua pemimpin pasar.
Ke depan, trafik web kemungkinan hanya menjadi salah satu indikator keberhasilan. Integrasi AI ke mesin pencari, perangkat lunak produktivitas, media sosial, hingga layanan bisnis akan menjadi faktor penentu utama dalam perebutan pangsa pasar.
Untuk saat ini, data Similarweb menegaskan satu hal: persaingan chatbot AI global belum mencapai titik stabil, dan peta kekuatan industri masih terus bergerak. (usm/hdl)

15 hours ago
7

















































