Kejar Jambret hingga Tertangkap, Mahasiswi di Jogja Dapat Penghargaan dari Polri

11 hours ago 6

Ringkasan Berita

  • Mahasiswi Eviana Adiba Agustin mendapat penghargaan dari Polresta Jogja.
  • Eviana mengejar pelaku jambret hingga terjatuh dan berhasil diamankan.
  • Tiga warga lain turut mendapat apresiasi atas bantuan menangkap pelaku.
  • Polisi memastikan korban tidak akan diproses hukum.
  • Kapolresta menegaskan sinergi masyarakat dan polisi penting menjaga kamtibmas.

Yogyakarta (pilar.id) – Keberanian seorang mahasiswi di Yogyakarta, Eviana Adiba Agustin, berbuah apresiasi dari kepolisian. Ia sebelumnya nekat mengejar pelaku jambret yang merampas ponselnya hingga akhirnya pelaku terjatuh dan berhasil diamankan.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Kapolresta Jogja Kombes Eva Guna Pandia di Mapolresta Jogja, Rabu (11/2/2026). Selain Eviana, penghargaan juga diberikan kepada rekannya Ayunda, serta dua warga Pakel Baru, Fandy Yulianto dan Handoko, yang turut membantu mengamankan pelaku.

Kronologi Kejadian

Peristiwa penjambretan itu melibatkan pelaku berinisial WY (38), yang juga dikenal dengan nama Koko alias Siheng. Setelah ponselnya dirampas, Eviana tidak tinggal diam. Ia justru mengejar pelaku dan memepetnya hingga terjatuh.

Aksi spontan tersebut menarik perhatian warga sekitar. Sejumlah warga kemudian membantu mengamankan pelaku hingga akhirnya diserahkan kepada pihak kepolisian.

Polresta Jogja menilai tindakan Eviana dan tiga warga lainnya sebagai bentuk keberanian sekaligus kepedulian terhadap keamanan lingkungan.

Apresiasi dan Jaminan Tak Diproses Hukum

Kapolresta Jogja Kombes Eva Guna Pandia menyatakan penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi atas inisiatif masyarakat dalam membantu kepolisian mencegah dan menindak tindak kriminal.

Menurut Pandia, langkah yang dilakukan keempatnya sejalan dengan upaya membangun kesadaran masyarakat agar mampu menjaga diri sendiri sekaligus berperan aktif menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif di Yogyakarta.

Ia juga memastikan bahwa Eviana dan rekannya tidak akan menghadapi proses hukum atas tindakan memepet pelaku hingga terjatuh. Bahkan, jika pelaku mencoba melaporkan balik, kepolisian menegaskan laporan tersebut tidak akan diterima karena statusnya sebagai pelaku tindak pidana.

Sinergi Polisi dan Masyarakat

Pandia menegaskan pentingnya kolaborasi antara kepolisian dan masyarakat dalam menjaga keamanan kota pelajar tersebut. Menurutnya, keberanian warga yang membantu aparat menjadi contoh positif bahwa keamanan bukan hanya tanggung jawab polisi, tetapi juga seluruh elemen masyarakat.

Kasus ini sekaligus menjadi pesan bahwa partisipasi aktif warga dalam membantu mencegah kejahatan akan mendapat dukungan dan perlindungan hukum dari kepolisian.

Yogyakarta sebagai kota pendidikan dengan ribuan mahasiswa dari berbagai daerah dinilai membutuhkan sinergi kuat antara aparat dan warga agar tetap aman, damai, dan kondusif. Keberanian Eviana dan rekan-rekannya kini menjadi inspirasi sekaligus pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap tindak kriminal jalanan seperti penjambretan. (usm/hdl)

Read Entire Article
Bansos | Investasi | Papua | Pillar |