Ringkasan Berita
- Laka laut terjadi di Perairan Korba Nleka, Tanimbar, Selasa (10/2/2026) dini hari.
- Dari 10 penumpang, 6 selamat, 3 meninggal, 1 masih hilang.
- Korban hilang bernama Imam Kalean (64), warga Desa Karatat.
- Operasi SAR gabungan melibatkan Polri dan Basarnas.
- Pencarian dihentikan sementara karena cuaca, dilanjutkan dengan perluasan area.
Kepulauan Tanimbar (pilar.id) – Tim SAR gabungan terus menyisir Perairan Korba Nleka (Kerbau Jatuh), Kabupaten Kepulauan Tanimbar, untuk mencari satu korban kecelakaan laut yang masih dinyatakan hilang. Operasi kemanusiaan ini melibatkan Polda Maluku, Polres Kepulauan Tanimbar, dan Basarnas Saumlaki.
Kecelakaan laut tersebut terjadi pada Selasa (10/2/2026) sekitar pukul 02.00 WIT. Sebuah perahu yang mengangkut 10 warga Desa Karatat, Kecamatan Wuarlabobar, dilaporkan mengalami insiden akibat cuaca ekstrem di perairan setempat.
Dari total penumpang, sembilan orang telah ditemukan. Enam orang selamat dan tiga lainnya meninggal dunia. Sementara satu korban atas nama Imam Kalean (64), seorang petani asal Desa Karatat, hingga kini masih dalam pencarian.
Respons Cepat dan Koordinasi Lintas Instansi
Sebagai bentuk respons cepat, Kapolres Kepulauan Tanimbar menerbitkan Surat Perintah Nomor: Sprin/309/II/5.4./2026/Satpolairud yang menjadi dasar pelaksanaan operasi SAR laut gabungan sejak Rabu (11/2/2026).
Operasi ini melibatkan Satuan Polair Polres Kepulauan Tanimbar, personel BKO Ditpolairud Polda Maluku, serta Basarnas Saumlaki. Tim bergerak dari Pelabuhan Rakyat Saumlaki sekitar pukul 08.00 WIT menggunakan Kapal Polisi KP XVI-2006 milik Ditpolairud Polda Maluku.
Kasat Polair Polres Kepulauan Tanimbar Ipda Simon Nusmese berkoordinasi langsung dengan Komandan KP XVI-2006 dan Koordinator Pos Basarnas Saumlaki Jezriel Leleuri guna memastikan pencarian berjalan efektif dan aman.
Penyisiran Hingga Titik Koordinat
Tim SAR melakukan penyisiran menyeluruh di sejumlah titik, mulai dari pesisir Desa Latdalam, Desa Otemer, Pulau Mitak, hingga lokasi kejadian di Perairan Korba Nleka, Desa Watmasa. Tim tiba di titik pencarian sekitar pukul 16.30 WIT.
Menurut penjelasan Ipda Simon Nusmese yang mewakili Kapolres Kepulauan Tanimbar AKBP Ayani, pencarian difokuskan pada koordinat 7°08.808′ LS – 131°29.956′ BT hingga 7°08.229′ LS – 131°34.311′ BT. Namun hingga sore hari, korban belum ditemukan.
Operasi pencarian kemudian dihentikan sementara pada pukul 17.45 WIT dengan mempertimbangkan faktor cuaca, keselamatan personel, serta keterbatasan jarak pandang menjelang malam.
Evaluasi dan Perluasan Area Pencarian
Saat ini, tim SAR gabungan bersiaga di Desa Watmasa, Kecamatan Wuarlabobar. Berdasarkan hasil analisa dan evaluasi, pencarian akan kembali dilanjutkan dengan memperluas area penyisiran, menyesuaikan arah arus laut dan perkembangan cuaca.
Polri juga mengimbau masyarakat pesisir, khususnya nelayan dan pengguna transportasi laut, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem. Masyarakat yang menemukan tanda-tanda keberadaan korban diminta segera melapor melalui Call Center Polri 110 atau kepada tim SAR terdekat.
Komitmen Kemanusiaan di Wilayah Kepulauan
Operasi pencarian ini menjadi wujud kehadiran negara dalam situasi darurat, khususnya di wilayah kepulauan yang rentan terhadap perubahan cuaca laut. Sinergi antara Polri dan Basarnas menunjukkan pentingnya koordinasi lintas sektor dalam misi penyelamatan.
Di tengah tantangan geografis dan kondisi cuaca yang tidak menentu di perairan Maluku, upaya pencarian terus dilakukan dengan pendekatan profesional dan mengutamakan keselamatan seluruh personel.
Pencarian terhadap Imam Kalean masih berlanjut. Aparat memastikan setiap upaya maksimal dilakukan demi menemukan korban dan memberikan kepastian bagi keluarga yang menunggu kabar di daratan. (usm)

8 hours ago
6

















































