Jakarta (pilar.id) – Airlangga Hartarto melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri Republik Belarus, Maxim Ryzhenkov, di Minsk pada Jumat (15/5/2026). Pertemuan tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat hubungan ekonomi kedua negara sekaligus mematangkan persiapan kunjungan kenegaraan Presiden Belarus Alexander Lukashenko ke Indonesia.
Dalam pertemuan itu, kedua pihak membahas sejumlah agenda prioritas yang akan menjadi bagian dari pembicaraan saat kunjungan Presiden Lukashenko. Fokus utama diarahkan pada penguatan kerja sama ekonomi yang lebih konkret dan menghasilkan kesepakatan strategis bagi kedua negara.
Roadmap Kerja Sama Jadi Fokus Utama
Salah satu pembahasan utama adalah penyusunan Roadmap Kerja Sama Indonesia–Belarus yang diproyeksikan menjadi salah satu hasil utama kunjungan Presiden Belarus ke Indonesia. Dokumen tersebut dirancang sebagai peta jalan kerja sama bilateral yang mencakup sektor perdagangan, investasi, sosial budaya, hingga kemanusiaan.
Selain itu, kedua menteri juga mendiskusikan rencana pembukaan penerbangan langsung Indonesia–Belarus untuk mendukung mobilitas wisatawan dan pelaku bisnis. Wacana tersebut dinilai penting dalam mempererat konektivitas kedua negara sekaligus membuka peluang ekonomi baru.
Kerja sama di bidang visa turut menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut. Indonesia dan Belarus berupaya memperkuat hubungan bilateral melalui kemudahan akses perjalanan bagi wisatawan maupun kalangan bisnis.
Di sisi diplomatik, kedua pihak juga membahas rencana pembukaan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Minsk. Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat hubungan diplomatik dan memperlancar komunikasi antarpemerintah.
Fokus pada Industri Strategis dan Ketahanan Pangan
Dalam sektor ekonomi strategis, Indonesia dan Belarus membahas peluang kerja sama di bidang kendaraan listrik, semikonduktor, serta pasokan pupuk potash. Belarus diketahui memiliki cadangan potash yang besar dan dinilai potensial mendukung ketahanan pangan Indonesia.
Kerja sama tersebut sejalan dengan agenda pemerintah Indonesia dalam memperkuat hilirisasi industri dan pengembangan ekosistem industri nasional berbasis teknologi. (usm)
Di bidang perdagangan, kedua negara juga membahas perkembangan ratifikasi Indonesia–Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I-EAEU FTA). Maxim Ryzhenkov menyampaikan bahwa parlemen Belarus telah menyetujui perjanjian tersebut dan kini tinggal menunggu penandatanganan Presiden Belarus.
Sementara itu, Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa Indonesia menargetkan proses ratifikasi dapat diselesaikan pada paruh kedua tahun 2026.
Kerja Sama Pendidikan dan Pengembangan SDM
Selain ekonomi dan perdagangan, kedua negara juga menjajaki penguatan kerja sama pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia. Belarus menawarkan program pengiriman pelajar dan tenaga profesional asal Indonesia ke sejumlah institusi kesehatan di negara tersebut.
Airlangga menyambut positif usulan tersebut dan mendorong agar kerja sama pendidikan diperluas ke bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) yang saat ini menjadi salah satu fokus utama pemerintah Indonesia dalam pengembangan SDM unggul.
Pertemuan bilateral di Minsk tersebut menandai semakin eratnya hubungan Indonesia dan Belarus di tengah upaya kedua negara memperluas kerja sama ekonomi, investasi, perdagangan, dan pendidikan secara lebih terukur dan berorientasi jangka panjang.

13 hours ago
8















































