Jakarta (ANTARA) - Seorang pengendara motor bernama Rezza Fauzi (31) diduga menjadi korban pengeroyokan oleh rombongan pengantar jenazah di kawasan Pondok Ranggon, Jakarta Timur (Jaktim).
"Motor saya ditendang-tendangin, motor saya dirusakin, saya ditampolin, sampai berdarah. Mata saya bengkak" kata Rezza di Jakarta, Senin.
Akibat kejadian pada Kamis (14/8) sekitar pukul 14.30 WIB tersebut, Rezza mengalami sejumlah luka, sementara sepeda motor miliknya rusak hingga tidak bisa digunakan.
Rezza menjelaskan, saat itu dirinya tengah dalam perjalanan menuju tempat kerjanya di kawasan Bambu Apus, Jakarta Timur menggunakan sepeda motor.
Di arah berlawanan, dia berpapasan dengan rombongan pengantar jenazah. Menurutnya, iring-iringan tersebut didominasi pengendara sepeda motor, termasuk sejumlah anak sekolah.
Rezza melihat para pengendara melakukan aksi zig-zag hingga menggunakan jalur yang berlawanan arah dengannya untuk membuka jalur bagi rombongan dan ambulans.
"Jadi dia yang zig-zag kanan kiri, kanan kiri gitu di jalan. Kelihatan dari awal memang agak ribut," ujar Rezza.
Karena merasa berada di jalur yang berbeda dengan rombongan, Rezza tetap mengemudikan kendaraannya seperti biasa. Saat hendak menyalip mobil di depannya, Rezza mengaku dihadang oleh salah satu pengendara dari rombongan pengantar jenazah.
"Ada satu orang lawan arah tuh, mereka udah di jalurnya mereka malah belok malangin ke kepala motor saya," ucap Rezza.
Rezza mengaku kemudian terlibat cekcok dengan pengendara tersebut. Rombongan yang berada di belakangnya ikut berhenti sehingga membuat arus lalu lintas terhambat.
Ambulans yang membawa jenazah juga disebut ikut berhenti di belakang rombongan.
Lebih lanjut, Rezza mengaku sempat terlibat adu mulut dengan sejumlah peserta iring-iringan. Setelah situasi makin panas, ada beberapa orang yang melakukan provokasi hingga dirinya dipukuli massa.
"Pihak kepolisian sudah datang tadi meminta keterangan. Semoga cepat ditindaklanjuti," kata Rezza.
Baca juga: Anggota DPR: Beri perlindungan psikologis anak korban pengeroyokan di Bali
Baca juga: Gubernur Bali minta bendesa adat cegah pengeroyokan terulang
Baca juga: Anggota DPR minta polisi usut tuntas pengeroyokan di Tabanan
Pewarta: Siti Nurhaliza
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.















































