Polisi buru pelaku pencuri belasan mata kucing di Cawang Jaktim

10 hours ago 8

Jakarta (ANTARA) - Kepolisian memburu pelaku kasus pencurian paku marka jalan yang bisa memantulkan cahaya (mata kucing) di pembatas jalur di sekitar bawah jalan (underpass) kawasan Cawang, Jakarta Timur.

"Terkait kasus pencurian mata kucing ini sudah lagi pendalaman, lagi mencari pelakunya," kata Kapolsek Makasar Kompol Sumardi usai mengecek tempat kejadian perkara (TKP) di Cawang, Jakarta Timur, Rabu.

Aksi tersebut diketahui terjadi pada Selasa (10/2) dinihari dan viral di media sosial. Hingga saat ini Pemerintah Provinsi DKI Jakarta belum membuat laporan resmi terkait peristiwa tersebut.

Padahal, kata dia, laporan diperlukan sebagai dasar proses hukum lebih lanjut.

"Sampai saat ini dari pihak Pemprov belum ada yang membuat laporan. Nanti kita sampaikan agar segera membuat laporan supaya bisa kita tindak lanjuti," ujar Sumardi.

Baca juga: Total 18 mata kucing di "underpass" Cawang Jaktim hilang dicuri

Meski belum ada laporan, pihak Kepolisian tetap melakukan pengecekan di lapangan. Langkah tersebut dilakukan setelah video pencurian mata kucing di lokasi tersebut viral di media sosial.

"Kita cek karena ini juga sudah viral. Jangan sampai kita tidak tahu kebenarannya," katanya.

Terkait perkembangan penyelidikan, pihaknya masih melakukan pendalaman untuk mengungkap identitas dan motif pelaku. Polisi juga masih menelusuri rekaman kamera pengawas yang beredar di media sosial.

"Sekarang masih pendalaman, masih mencari pelakunya. Untuk motifnya juga masih kita dalami, karena wajahnya ditutup," ujar Sumardi.

Hingga kini, polisi belum dapat memastikan jumlah mata kucing yang dicuri. Petugas masih melakukan pengecekan di lokasi kejadian untuk mengetahui kerugian yang ditimbulkan.

"Untuk jumlah yang diambil, kita masih cek kembali di TKP. Belum bisa kita perkirakan," ujar Sumardi.

Baca juga: Pengendara motor diresahkan aksi pencurian mata kucing di Jaktim

Pencurian mata kucing dinilai dapat membahayakan keselamatan pengguna jalan, terutama pada malam hari karena berfungsi sebagai penanda visual bagi pengendara.

Polisi mengimbau masyarakat untuk segera melapor apabila melihat aktivitas mencurigakan di jalan raya.

Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur (Jaktim) mengungkapkan bahwa sebanyak 18 paku marka jalan yang bisa memantulkan cahaya (mata kucing) di pembatas jalur di sekitar bawah jalan (underpass) kawasan Cawang, Jakarta Timur (Jaktim) hilang dicuri.

"Untuk kasus yang viral itu, kami langsung melakukan pengecekan dan menghitung jumlah yang hilang. Di satu lokasi saja ditemukan ada 18 mata kucing yang hilang," kata Kepala Seksi Operasi Sudinhub Jakarta Timur Emiral August Dwinanto.

Baca juga: Polisi periksa tiga saksi kasus percobaan curanmor bersenpi di Jaktim

Selain itu, kata dia saat pengecekan di tempat kejadian perkara (TKP), Jakarta Timur, Rabu, berdasarkan rekaman video yang beredar, aksi pencurian dilakukan secara paksa dengan menggunakan alat seperti pahat.

Hal itu menunjukkan adanya unsur kesengajaan dari pelaku.

"Kalau kita lihat dari videonya, sepertinya dicopot secara paksa, pakai pahat. Jadi memang ada niat untuk mencuri. Padahal ini fasilitas umum yang harus dijaga bersama," katanya.

Emiral menegaskan, tindakan pencurian fasilitas umum tidak bisa ditoleransi karena dapat membahayakan pengguna jalan.

Selain di Cawang, Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Timur juga masih melakukan pendataan di lokasi lain untuk memastikan apakah ada titik lain yang mengalami kehilangan serupa.

Baca juga: Polda Metro Jaya ungkap kasus pencurian kabel SPBU di 46 lokasi

Viral di media sosial Instagram @jakarta.terkini seorang pria bertopeng terekam kamera tengah mencongkel mata kucing jalan secara paksa di sekitar underpass Cawang, Jakarta Timur.

Dalam video yang beredar, pria tersebut terlihat menggunakan palu untuk melepaskan mata kucing yang tertanam di badan jalan.

Peristiwa itu disebut terjadi pada Selasa (10/2) dini hari. Beberapa kali pria bertopeng itu tampak memungut mata kucing yang berhasil dicongkelnya.

Terlihat sebuah gerobak dengan karung putih di bagian belakang, yang diduga digunakan untuk menampung hasil congkelan.

Akibatnya, bekas congkelan terlihat jelas di badan jalan. Sebagian mata kucing hanya menyisakan rangka besi, sementara lainnya hilang hingga menyisakan aspal yang terkelupas.

Pewarta: Siti Nurhaliza
Editor: Sri Muryono
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Bansos | Investasi | Papua | Pillar |