Polisi dalami kelalaian kasus bocah terjatuh di lubang proyek Tebet

16 hours ago 8

Jakarta (ANTARA) - Polisi mendalami soal dugaan kelalaian di balik insiden tewasnya bocah berinisial I (4) setelah terjebak selama sekitar empat jam di dalam lubang proyek pembangunan lapangan multifungsi di kawasan Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan.

"Saat ini kepolisian masih melakukan penyelidikan dengan memeriksa saksi-saksi, mengumpulkan keterangan dan barang bukti, serta mendalami ada atau tidaknya unsur kelalaian dalam peristiwa tersebut sesuai ketentuan hukum yang berlaku," kata Kapolsek Tebet AKP Ischak kepada wartawan di Jakarta, Senin.

Ischak mengatakan saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan, termasuk mengumpulkan keterangan saksi dan barang bukti.

Dia menerangkan pihaknya mendapat laporan soal insiden tersebut pada Sabtu (27/6) sekitar pukul 23.40 WIB. Diduga, korban jatuh ke lubang tersebut saat sedang bermain bersama teman-temannya.

"Korban diketahui sebelumnya sedang bermain bersama teman-temannya di sekitar lokasi proyek, kemudian terjatuh ke dalam lubang pondasi dengan kedalaman sekitar 3,5-4 meter," ucapnya.

Disampaikan Ischak, proses evakuasi langsung dilakukan setelah pihaknya menerima laporan.Saat itu, awalnya evakuasi dilakukan secara manual dengan mengerahkan personel berbadan kecil.

Baca juga: Cerita evakuasi bocah terjebak empat jam di lubang proyek Tebet

Baca juga: Bocah meninggal usai terjebak empat jam di lubang proyek Tebet

Namun, karena kondisi lubang yang sempit, evakuasi dengan cara tersebut tidak memungkinkan. Sehingga, dilakukan koordinasi dengan Damkar, Puskesmas, RSUD Tebet serta peminjaman alat berat.

"Korban berhasil dievakuasi sekitar pukul 03.55 WIB dan selanjutnya dibawa ke RSCM untuk penanganan medis," ucapnya.

Namun, korban kemudian dinyatakan meninggal dunia saat dalam perjalanan ke rumah sakit dan keluarga menolak dilakukan autopsi.

"Terkait penyebab meninggalnya korban, kami belum dapat menyampaikan karena hal tersebut merupakan kewenangan tim medis. Selain itu, pihak keluarga juga menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah korban," ucapnya.

Sebelumnya, bocah berinisial I (4 tahun) meninggal dunia setelah terjebak selama sekitar empat jam di dalam lubang proyek pembangunan lapangan multifungsi di kawasan Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan.

Korban sempat berhasil dievakuasi dalam kondisi hidup, namun nyawanya tidak tertolong saat dalam perjalanan menuju rumah sakit.

Pewarta: Luthfia Miranda Putri
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Bansos | Investasi | Papua | Pillar |