Jakarta (ANTARA) - Polda Metro Jaya masih mendalami motif terkait kasus pembunuhan seorang pegawai Rumah Sakit Pusat Angkatan Udara (RSPAU) Halim Perdanakusuma berinisial NHW (31) di kawasan Pondok Gede, Kota Bekasi, Jawa Barat.
"Terkait tentang hubungan ataupun motif, ini dalam proses pendalaman dari teman-teman penyidik. Nanti kami akan sampaikan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto saat ditemui di Jakarta, Senin.
Menurut dia, peristiwa tersebut terjadi pada 30 Januari 2026 pukul 23.45 WIB, namun baru diketahui pada 4 Februari pukul 10.00 WIB.
"Alhamdulillah dua tersangka juga sudah diamankan pada Jumat (6/2). Tersangka A ditangkap di Sukabumi dan tersangka AA ditangkap di wilayah Cianjur," katanya.
Kedua orang tersangka itu sudah dalam proses penahanan oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.
Sebelumnya, kepolisian masih menyelidiki kematian seorang pegawai RSPAU Halim Perdanakusuma di kawasan Pondok Gede, Kota Bekasi.
"Korban diketahui bernama NHW (31), pegawai PPPK RUSPAU Halim PK," kata Budi di Jakarta, Jumat (6/2).
Budi menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi di Jalan Setia II Gang H. Enting RT 04/006, Kelurahan Jatiwaringin, Kecamatan Pondok Gede, pada Rabu (4/2).
Penemuan mayat tersebut berawal saat rekan kerja korban berinisial SR curiga lantaran korban sudah tidak masuk kerja beberapa hari dan telepon seluler (ponsel) korban juga tidak dapat dihubungi.
"Rekan kerja korban curiga karena sejak Senin (2/2) seharusnya korban masuk kerja, namun tidak ada kabar dan tidak dapat dihubungi," kata Budi.
Baca juga: Polisi selidiki kematian seorang pegawai PPPK RSPAU Halim PK di Bekasi
Selanjutnya, saksi memeriksa ke kontrakan korban dan menghubungi pemilik kontrakan untuk bersama-sama membuka kamar korban.
"Saat pintu kontrakan dibuka ditemukan korban sudah meninggal dunia dengan posisi terlentang dengan ditutupi selimut dan kondisi tubuh menghitam," kata Budi.
Pewarta: Ilham Kausar
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































