Polisi : Tidak ada penyekapan karyawan di Gudang Tanjung Priok

5 hours ago 5

Jakarta (ANTARA) - Polsek Tanjung Priok, Jakarta Utara menyatakan tidak ada aksi penyekapan terhadap lima karyawan jasa pengiriman di gudang perusahaan tersebut di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

“Tidak ada penyekapan di lokasi tersebut. Itu ruangan terbuka dan tidak terkunci,” kata Kanit Reskrim Polsek Tanjung Priok AKP Handam Samudro di Jakarta, Minggu

Ia mengatakan petugas kepolisian masuk ke lokasi yang dilaporkan sebagai ruang penyekapan dan ternyata merupakan ruang terbuka dan tidak dikunci

“Kelima karyawan cuma diamankan dan diinterogasi sama security," kata dia.

Ia mengatakan personel Unit Reskrim Polsek Tanjung Priok mendapat informasi adanya penyekapan terhadap lima orang karyawan yang dilakukan perusahaan jasa pengiriman.

"Sudah dilakukan penyelidikan dan peninjauan ke lokasi kejadian di wilayah kelurahan Papanggo, Tanjung Priok, Jakarta Utara," ujarnya.

Ia mengatakan hal itu terjadi akibat adanya dugaan penggelapan barang konsumen oleh oknum sopir yang diduga bekerja sama dengan karyawan gudang jasa pengiriman tersebut.

Menurut dia, perusahaan ini harus mengganti kerugian barang kepada konsumen, maka pihak tempat bekerja meminta pertanggungjawaban kepada karyawan jasa pengiriman itu.

Ia mengatakan kejadian itu dapat terungkap setelah salah seorang keluarga menghubungi kantor hukum, di mana selanjutnya melakukan laporan melalui call center Polri 110.

Aduan tersebut di respon secara cepat oleh personel Unit Reskrim Polsek Tanjung Priok yang langsung turun ke lokasi sesuai laporan.

"Terjadi komunikasi antara pihak tempatnya bekerja dengan karyawan, dan mereka sepakat menempuh jalur kekeluargaan dimana para pihak tidak membuat laporan polisi secara resmi," kata Handam.

Pihaknya akan tetap melakukan penyelidikan terkait kejadian tersebut baik terkait dengan dugaan penggelapan maupun berita berkembang terkait penyekapan.

"Ini masih tunggu konfirmasi pihak tempat karyawan itu bekerja, karena mau kita ambil keterangannya belum bisa," kata dia.

Pewarta: Mario Sofia Nasution
Editor: Laode Masrafi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Bansos | Investasi | Papua | Pillar |