London (pilar.id) – Arsenal melewati salah satu ujian terberat dalam perburuan gelar usai menundukkan Chelsea dengan skor 2-1 pada pekan lanjutan Premier League 2025-26 di Emirates Stadium, Minggu (waktu setempat).
Kemenangan ini menjaga keunggulan lima poin Arsenal atas Manchester City yang masih menyimpan satu laga. Dengan sembilan pertandingan tersisa, peluang The Gunners meraih gelar liga pertama dalam 22 tahun semakin terbuka.
Ringkasan Berita
- Arsenal menang 2-1 atas Chelsea di Emirates Stadium.
- Gol dicetak William Saliba dan Jurriën Timber.
- Chelsea sempat menyamakan skor lewat gol bunuh diri Piero Hincapié.
- Pedro Neto mendapat kartu merah di babak kedua.
- Arsenal unggul lima poin dari Manchester City di puncak klasemen.
Jalannya Pertandingan
Arsenal langsung tampil agresif sejak kickoff. Dominasi tuan rumah membuahkan hasil pada menit ke-21 lewat sundulan William Saliba yang memanfaatkan situasi sepak pojok. Bola hasil duel udara Gabriel Magalhães mengarah ke Saliba dan berakhir di gawang Chelsea.
Chelsea merespons lewat tekanan bola mati. Pada masa injury time babak pertama, situasi sepak pojok berujung gol bunuh diri Piero Hincapié yang membuat skor imbang 1-1 hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, laga berlangsung lebih terbuka. Kiper Arsenal, David Raya, beberapa kali melakukan penyelamatan krusial untuk menjaga asa tuan rumah. Tekanan Chelsea sempat membuat publik Emirates tegang.
Momentum berbalik pada menit ke-66. Bek kanan Arsenal, Jurriën Timber, mencetak gol lewat sundulan jarak dekat memanfaatkan umpan silang Declan Rice dari sepak pojok. Gol tersebut sekaligus menegaskan kekuatan Arsenal dalam situasi bola mati musim ini.
Situasi Chelsea semakin sulit setelah Pedro Neto menerima kartu kuning kedua pada menit ke-70 akibat pelanggaran keras terhadap Gabriel Martinelli. Bermain dengan 10 orang, Chelsea tetap mencoba menekan.
Di masa injury time, Alejandro Garnacho hampir menyamakan kedudukan, namun Raya melakukan penyelamatan gemilang. Gol Liam Delap sempat membuat jantung pendukung Arsenal berdegup kencang, tetapi dianulir karena offside dalam prosesnya.
Skor 2-1 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
Analisa: Kekuatan Bola Mati dan Mental Juara
Kemenangan ini memperlihatkan identitas kuat Arsenal di bawah arahan Mikel Arteta. Dari total 52 gol liga musim ini, 16 di antaranya lahir dari skema sepak pojok—menyamai rekor satu musim Premier League yang sebelumnya dicatat Oldham dan West Brom.
Efektivitas bola mati menjadi pembeda dalam laga ketat seperti ini. Saliba dan Timber sama-sama mencetak gol melalui skema tersebut, menunjukkan variasi ancaman Arsenal dari lini belakang.
Di sisi lain, kartu merah Pedro Neto menjadi pukulan telak bagi Chelsea. Ini merupakan kartu merah ketujuh mereka musim ini di liga, menandakan persoalan disiplin yang belum terselesaikan.
Secara psikologis, kemenangan ini sangat penting. Setelah sebelumnya membungkam Tottenham dan melihat Manchester City meraih kemenangan, Arsenal berada dalam tekanan untuk terus konsisten. Mereka berhasil menjawabnya.
Dengan hanya satu laga tersisa melawan tim enam besar—yakni lawatan ke markas Manchester City bulan depan—Arsenal berada di jalur ideal untuk mengakhiri penantian panjang gelar liga.
Apabila konsistensi ini terjaga, musim 2025-26 berpotensi menjadi momen bersejarah bagi publik Emirates. (mad/hdl)

1 day ago
10

















































