Banjir Probolinggo: Khofifah Turun Langsung, Salurkan Ratusan Bantuan dan Susun Skala Prioritas Penanganan

3 hours ago 5

Ringkasan Berita

  • Gubernur Khofifah meninjau langsung banjir di Kabupaten Probolinggo.
  • Enam kecamatan terdampak dengan total lebih dari 1.200 KK.
  • Pemprov Jatim lakukan asesmen kerusakan dan susun skala prioritas intervensi.
  • Normalisasi sungai dan penguatan infrastruktur jadi solusi jangka panjang.
  • Ratusan paket bantuan logistik dan perlengkapan darurat disalurkan ke warga.

Probolinggo (pilar.id) – Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Probolinggo, Senin (23/2/2026), mendapat perhatian langsung dari Khofifah Indar Parawansa. Gubernur Jawa Timur tersebut bersama Bupati Probolinggo M. Haris turun ke lokasi terdampak untuk memastikan efektivitas penanganan serta keselamatan warga.

Hujan berintensitas tinggi dalam beberapa hari terakhir menyebabkan sungai meluap dan merendam permukiman di sejumlah kecamatan, antara lain Kraksaan, Besuk, Krejengan, Gading, Kotaanyar, dan Pakuniran.

Berdasarkan data sementara 21–22 Februari 2026, jumlah warga terdampak mencapai 810 KK di Kraksaan, 264 KK di Krejengan, 100 KK di Pakuniran, 23 KK di Besuk, 14 KK di Kotaanyar, dan 11 KK di Gading.

Pemetaan Kerusakan dan Skala Prioritas

Khofifah menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Timur bergerak cepat bersama Pemkab Probolinggo, BPBD, Dinas PU Bina Marga, Dinas PU SDA, serta dukungan TNI-Polri untuk melakukan asesmen lapangan.

Pendataan dilakukan terhadap kerusakan rumah warga, fasilitas umum, tempat ibadah, hingga sarana pendidikan. Hasil asesmen tersebut menjadi dasar dalam menentukan skala prioritas intervensi, baik untuk penanganan darurat maupun rehabilitasi.

Menurut Khofifah, langkah jangka pendek difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar warga, percepatan pembersihan material banjir, serta pemulihan akses jalan dan jembatan. Hal ini penting mengingat masyarakat akan segera memasuki bulan Ramadan dan menyambut Idulfitri.

Solusi Jangka Menengah dan Panjang

Selain respons cepat, Pemprov Jatim juga menyiapkan strategi jangka menengah dan panjang. Normalisasi sungai, penguatan pondasi di bantaran, serta penataan titik pertemuan aliran sungai yang rawan luapan menjadi agenda prioritas.

Alat berat seperti long arm excavator disiapkan untuk mempercepat pengerukan sedimentasi jika hasil asesmen teknis menunjukkan kebutuhan tersebut. Perbaikan konstruksi jembatan milik provinsi juga akan disesuaikan dengan kontur tanah dan debit air guna meningkatkan ketahanan infrastruktur.

Khofifah menekankan bahwa normalisasi sungai memang memerlukan anggaran besar, namun merupakan investasi penting untuk mencegah banjir berulang.

Mitigasi Hidrometeorologi dan OMC

Dalam konteks mitigasi, Jawa Timur disebut sebagai wilayah rawan bencana karena berada di kawasan Ring of Fire. Khofifah mengungkapkan bahwa Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) telah dilaksanakan pada 5 Desember 2025 hingga 10 Februari 2026 untuk meminimalkan risiko bencana hidrometeorologi.

Melihat intensitas hujan yang masih tinggi, Pemprov Jatim akan berkoordinasi kembali dengan lembaga terkait untuk kemungkinan reaktivasi OMC guna menekan potensi banjir lanjutan.

Salurkan Ratusan Paket Bantuan

Dalam kunjungan tersebut, Khofifah juga menyalurkan bantuan bagi warga terdampak. Bantuan meliputi 300 paket sembako, 20 paket siap saji, 30 paket tambahan gizi, 285 paket perlengkapan makan, serta 100 paket perlengkapan anak.

Selain itu, disalurkan pula 90 paket kebersihan, 70 terpal, 4.000 lembar glangsing, lima unit pompa air, 48 jas hujan, 20 pasang sepatu boot, serta 100 bronjong untuk penguatan tanggul.

Bupati Probolinggo M. Haris menegaskan bahwa Pemkab terus mengintensifkan koordinasi melalui posko bencana di tiap kecamatan dengan pendekatan “Gercep Sae” yang menitikberatkan gerak cepat dan terpadu berbasis wilayah.

Pemerintah daerah, lanjutnya, akan memprioritaskan pemulihan infrastruktur, kesehatan masyarakat, hingga perbaikan jembatan yang terdampak, sejalan dengan arahan gubernur mengenai penanganan berbasis tahapan dan skala prioritas. (usm)

Read Entire Article
Bansos | Investasi | Papua | Pillar |