Jakarta (pilar.id) – Harga Bitcoin menunjukkan ketahanan di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global. Aset kripto terbesar di dunia itu masih bergerak di kisaran US$77.580 meskipun pasar keuangan sempat diguncang oleh serangan Amerika Serikat di wilayah Iran yang berada dekat Selat Hormuz.
Peristiwa tersebut mendorong harga minyak dunia melonjak hampir 2 persen akibat kekhawatiran terhadap pasokan energi global. Di sisi lain, tekanan juga terjadi pada sejumlah aset tradisional seperti emas dan pasar saham. Namun, Bitcoin mampu mempertahankan posisinya, mencerminkan minat investor yang masih kuat terhadap aset digital di tengah ketidakpastian global.
Sepanjang Agustus 2026, Bitcoin telah mencatat kenaikan sekitar 23 persen, menjadikannya salah satu aset dengan performa terbaik di tengah dinamika pasar global.
Potensi Volatilitas Masih Mengintai
Meski tren jangka pendek masih positif, pasar tetap menghadapi sejumlah risiko. Salah satu faktor utama adalah meningkatnya ekspektasi bahwa Federal Reserve (The Fed) akan kembali menaikkan suku bunga pada pertemuan September.
Peluang kenaikan suku bunga kini diperkirakan mencapai sekitar 58 persen, sehingga investor perlu mengantisipasi potensi lonjakan volatilitas di berbagai kelas aset, termasuk aset kripto.
Kondisi tersebut juga membuat penggunaan leverage atau transaksi dengan dana pinjaman menjadi semakin berisiko apabila terjadi perubahan sentimen secara tiba-tiba.
Strategy Dikabarkan Berpotensi Kembali Menambah Kepemilikan Bitcoin
Sentimen positif lainnya datang dari pergerakan Bitcoin yang sempat mendekati level US$79.000 setelah mengalami rebound lebih dari 2,5 persen. Bersamaan dengan itu, dominasi Bitcoin terhadap keseluruhan kapitalisasi pasar kripto juga meningkat hampir 4 persen dibandingkan posisi terendah pada Juni lalu.
Perhatian pelaku pasar turut tertuju kepada Michael Saylor, Executive Chairman Strategy, yang mengunggah pesan singkat bertuliskan “We’re Back” melalui media sosial.
Unggahan tersebut memicu spekulasi bahwa Strategy berpotensi kembali melakukan akumulasi Bitcoin setelah sebelumnya memperkuat posisi kas dan struktur neracanya. Selama beberapa tahun terakhir, langkah investasi perusahaan tersebut kerap menjadi katalis positif bagi sentimen pasar kripto karena volume pembelian yang signifikan.
Jackson Hole Berpotensi Menjadi Momentum Penentu
Selain faktor geopolitik, perhatian investor kini beralih pada agenda ekonomi global, khususnya simposium Jackson Hole yang menjadi salah satu forum paling penting bagi bank sentral dunia.
Pasar menantikan pidato perdana Ketua The Fed, Kevin Warsh, yang diperkirakan akan memberikan petunjuk mengenai arah kebijakan moneter Amerika Serikat dalam beberapa bulan ke depan.
Fokus utama investor adalah sikap The Fed terhadap kemungkinan dukungan terhadap program pembelian kembali (buyback) obligasi Departemen Keuangan AS yang dinilai dapat meningkatkan likuiditas di pasar keuangan.
Apabila bank sentral memberikan sinyal yang lebih akomodatif terhadap likuiditas, reli Bitcoin bersama emas berpotensi berlanjut karena investor kembali mencari aset yang dianggap memiliki prospek pertumbuhan.
Sebaliknya, apabila The Fed tetap mempertahankan pendekatan yang lebih independen dan cenderung hawkish, maka kenaikan imbal hasil obligasi (yield) serta penguatan dolar AS berpotensi memberikan tekanan terhadap harga Bitcoin maupun aset berisiko lainnya.
Investor Perlu Mencermati Arah Kebijakan Global
Pergerakan Bitcoin dalam beberapa pekan ke depan diperkirakan akan dipengaruhi kombinasi antara perkembangan geopolitik Timur Tengah dan arah kebijakan moneter Amerika Serikat.
Meskipun fundamental Bitcoin masih menunjukkan kekuatan dengan tren kenaikan sepanjang Agustus, keputusan The Fed serta dinamika likuiditas global akan menjadi faktor utama yang menentukan apakah reli aset kripto dapat berlanjut atau justru memasuki fase konsolidasi.
Pelaku pasar disarankan tetap memperhatikan manajemen risiko, menghindari penggunaan leverage yang berlebihan, serta mencermati setiap perkembangan kebijakan bank sentral sebelum mengambil keputusan investasi. (ret/hdl)

1 day ago
26














































