Payfazz Luncurkan EDC Mini Rp849 Ribu, Bidik UMKM yang Ingin Tambah Layanan Transaksi

13 hours ago 12

Jakarta (pilar.id) – Payfazz meluncurkan EDC Mini, perangkat Electronic Data Capture (EDC) berukuran ringkas yang ditujukan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta agen yang ingin memperluas layanan transaksi tanpa membutuhkan modal perangkat yang besar.

Perangkat tersebut dibanderol mulai Rp849.000 dan memungkinkan pelaku usaha menyediakan sejumlah layanan, antara lain tarik tunai, transfer antarbank, tarik tunai bantuan sosial, serta pengecekan saldo.

Payfazz juga menyatakan EDC Mini tidak dibebani biaya langganan maupun target transaksi bulanan. Perangkat tersebut dilengkapi garansi resmi selama satu tahun, sehingga ditawarkan sebagai alternatif bagi UMKM yang ingin memiliki perangkat transaksi secara mandiri.

Peluncuran EDC Mini dilakukan di tengah kebutuhan pelaku usaha untuk menyediakan layanan yang semakin beragam. Warung, toko, dan agen tidak lagi hanya menjadi tempat transaksi jual beli, tetapi juga kerap menjadi titik layanan keuangan bagi masyarakat di lingkungan sekitar.

Product Marketing Manager Payfazz Laras Sulistya P mengatakan EDC Mini dirancang dengan mempertimbangkan kemampuan investasi pelaku UMKM. Menurut dia, perangkat transaksi perlu memberikan nilai tambah bagi bisnis sekaligus membantu usaha memperoleh sumber pendapatan tambahan.

EDC Mini Tambahkan Layanan di Warung dan Toko

Melalui EDC Mini, Payfazz menawarkan beberapa layanan transaksi yang dapat ditambahkan ke operasional usaha.

Layanan tersebut meliputi tarik tunai, transfer antarbank, tarik tunai bantuan sosial, dan cek saldo. Dengan pilihan tersebut, pemilik warung atau toko dapat melayani kebutuhan transaksi masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi usaha.

Model tersebut membuat fungsi toko atau warung dapat berkembang dari sekadar tempat menjual produk menjadi salah satu titik layanan transaksi bagi komunitas di sekitarnya.

Bagi pelaku UMKM, keberadaan layanan tambahan juga dapat menjadi cara untuk meningkatkan interaksi dengan pelanggan. Pelanggan yang datang untuk melakukan transaksi keuangan berpotensi sekaligus menggunakan produk atau layanan utama yang tersedia di toko.

Dari sisi biaya kepemilikan, Payfazz menyebut EDC Mini tidak memiliki biaya langganan dan tidak menetapkan target bulanan. Dengan demikian, perangkat tersebut menjadi aset yang dapat dimiliki langsung oleh pelaku usaha.

Payfazz juga memberikan garansi resmi selama satu tahun. Pada periode promo tertentu, pembelian EDC Mini ditawarkan dengan cashback Rp50.000 dalam jumlah terbatas.

Spesifikasi Dirancang untuk Transaksi Harian

Selain menawarkan harga yang lebih terjangkau, EDC Mini dirancang dengan ukuran ringkas agar mudah ditempatkan di berbagai jenis usaha.

Payfazz menyebut perangkat tersebut menggunakan prosesor yang lebih cepat, SRAM 7,8 kali lebih besar, kualitas layar dengan detail hingga sembilan kali lebih baik, serta kapasitas baterai 2,3 kali lebih besar dibandingkan perangkat pembanding yang digunakan sebagai acuan pengembangan.

Perangkat juga dilengkapi USB Type-C dan konektivitas Bluetooth untuk mendukung penggunaan dalam aktivitas transaksi sehari-hari.

Payfazz memperkirakan EDC Mini memiliki umur pakai hingga lima tahun. Dengan usia penggunaan tersebut, perangkat diposisikan sebagai investasi operasional jangka panjang bagi pelaku UMKM dan agen.

Payfazz Simulasikan Potensi Balik Modal

Payfazz juga menawarkan perspektif pengembalian investasi perangkat melalui tambahan margin dari layanan transaksi.

Berdasarkan simulasi perusahaan dengan asumsi volume transaksi tertentu, layanan tarik tunai, transfer dan cek saldo berpotensi menghasilkan margin sekitar Rp50.000 per hari.

Jika dibandingkan dengan harga perangkat Rp849.000, perhitungan tersebut menghasilkan ilustrasi balik modal sekitar 17 hari.

Namun, angka tersebut merupakan simulasi dan bukan jaminan pendapatan. Realisasi margin akan bergantung pada jumlah pelanggan, frekuensi transaksi, jenis layanan yang digunakan, biaya operasional, serta kondisi masing-masing agen.

Laras Sulistya P menegaskan perbedaan volume transaksi antar-UMKM membuat hasil yang diperoleh setiap pelaku usaha dapat berbeda. Karena itu, potensi pendapatan dari EDC Mini perlu dilihat sebagai peluang tambahan, bukan pendapatan yang pasti diperoleh setiap hari.

Pendekatan tersebut juga menunjukkan bahwa nilai perangkat bagi UMKM tidak hanya ditentukan oleh harga pembelian, tetapi juga oleh kemampuan perangkat mendukung penambahan layanan yang dibutuhkan pelanggan.

Perluas Akses Layanan Keuangan bagi UMKM

Peluncuran EDC Mini menjadi bagian dari upaya Payfazz memperluas akses teknologi layanan keuangan bagi agen dan pelaku UMKM.

Perusahaan melihat kebutuhan transaksi masyarakat yang semakin beragam sebagai peluang bagi pemilik usaha untuk memperluas layanan tanpa harus mengubah model bisnis utama secara signifikan.

Dengan harga mulai Rp849.000, kepemilikan perangkat, tanpa biaya langganan dan target bulanan, serta garansi satu tahun, EDC Mini ditawarkan sebagai salah satu pilihan bagi UMKM yang ingin menambah layanan transaksi.

Payfazz sendiri merupakan platform layanan keuangan digital yang menyasar pelaku UMKM dan agen di Indonesia. Layanannya mencakup pembayaran tagihan, pengisian pulsa, pinjaman modal usaha, layanan EDC, pembayaran QRIS, serta berbagai program insentif.

Melalui pengembangan layanan tersebut, Payfazz menempatkan agen dan UMKM sebagai bagian dari ekosistem layanan keuangan digital sekaligus berupaya membantu pelaku usaha memperoleh sumber pendapatan tambahan dari kebutuhan transaksi masyarakat sehari-hari. (ret/hdl)

Read Entire Article
Bansos | Investasi | Papua | Pillar |