Dua Kekalahan Beruntun, Lini Bek Sayap Barcelona Disorot Usai Tumbang dari Atletico dan Girona

5 hours ago 4

Ringkasan Berita

  • Barcelona menelan dua kekalahan beruntun dari Atletico Madrid dan Girona.
  • Pendekatan taktik Hansi Flick kembali dipertanyakan usai hasil buruk tersebut.
  • Performa Jules Kounde dan Alejandro Balde di posisi bek sayap menjadi sorotan internal.
  • Meski dikritik, posisi keduanya sebagai starter belum terancam.
  • Staf pelatih berencana melakukan pembinaan individual dalam beberapa pekan ke depan.

Barcelona (pilar.id) – Performa impresif FC Barcelona sejak November seketika memudar dalam kurun empat hari. Setelah hanya menelan satu kekalahan dalam beberapa bulan terakhir, Blaugrana dipaksa menghadapi kenyataan pahit usai takluk 0-4 dari Atletico Madrid dan kemudian kalah 1-2 dari Girona FC.

Rangkaian hasil negatif tersebut memunculkan kembali pertanyaan soal pendekatan taktik yang diterapkan pelatih Hansi Flick. Alih-alih melakukan penyesuaian signifikan, Flick disebut tetap berpegang pada prinsip permainan agresif dengan tuntutan posisi yang lebih disiplin dan tekanan tinggi.

Namun, dalam dua laga tersebut, Barcelona dinilai gagal menunjukkan respons yang diharapkan, terutama saat bertandang ke Montilivi menghadapi Girona.

Lini Bek Sayap Jadi Sorotan Internal

Meski performa tim secara keseluruhan belum optimal, perhatian internal klub kini mengarah pada sektor bek sayap. Laporan media Spanyol menyebutkan adanya kekhawatiran yang meningkat terhadap kontribusi dua pemain utama di posisi tersebut.

Jules Kounde dinilai tengah mengalami penurunan performa dalam beberapa pekan terakhir tanpa menunjukkan tanda-tanda peningkatan signifikan. Sementara itu, Alejandro Balde dianggap kerap kesulitan menghadapi tekanan, terutama saat menghadapi Atletico di Metropolitano.

Dalam laga tersebut, sisi pertahanan Barcelona beberapa kali dieksploitasi lawan. Aspek intensitas, transisi bertahan, serta kecerdasan taktik disebut menjadi titik lemah yang berulang.

Situasi ini memicu evaluasi internal, mengingat sistem Flick sangat bergantung pada kontribusi aktif bek sayap, baik dalam fase menyerang maupun bertahan.

Posisi Starter Belum Terancam

Kendati menuai kritik, posisi Kounde dan Balde sebagai pilihan utama belum berada dalam ancaman langsung. Joao Cancelo diproyeksikan lebih sebagai opsi rotasi untuk memberi waktu istirahat kepada Kounde, bukan sebagai pengganti permanen.

Di sisi kiri, meski tersedia alternatif seperti Gerard Martin, Balde masih dipercaya sebagai opsi utama dalam sebagian besar pertandingan.

Staf pelatih dilaporkan berencana melakukan pendekatan individual untuk meningkatkan performa keduanya dalam beberapa pekan ke depan.

Minimnya Kompetisi dan Opsi Alternatif

Salah satu faktor yang dinilai turut memengaruhi adalah minimnya kompetisi di posisi tersebut. Kurangnya persaingan ketat diyakini berdampak pada konsistensi performa.

Menariknya, Eric Garcia belum dimaksimalkan sebagai opsi di posisi bek kanan, meski musim lalu tampil cukup solid saat mengisi posisi tersebut ketika Kounde absen karena cedera. Pada awal musim ini pun Garcia sempat menunjukkan performa positif di sisi kanan pertahanan.

Namun, kemungkinan Flick menilai Garcia memiliki peran strategis lain dalam skema tim, sehingga enggan memindahkannya ke sektor bek sayap secara reguler.

Tantangan Adaptasi Taktik

Dua kekalahan beruntun ini menjadi ujian bagi Barcelona dalam menjaga konsistensi performa. Jika pendekatan agresif tetap dipertahankan, maka stabilitas di lini pertahanan, khususnya sektor bek sayap, menjadi kunci perbaikan.

Flick kini dihadapkan pada tantangan untuk menyeimbangkan filosofi menyerang dengan soliditas bertahan, terutama menghadapi jadwal kompetisi yang semakin ketat.

Respons Barcelona dalam laga-laga berikutnya akan menentukan apakah periode negatif ini sekadar fase singkat, atau pertanda adanya masalah struktural yang perlu pembenahan lebih mendalam. (mad/hdl)

Read Entire Article
Bansos | Investasi | Papua | Pillar |