Ringkasan Berita
- Goethe-Institut Jakarta memperluas koleksi Library of Things dari 19 menjadi 38 benda.
- Kategori koleksi bertambah dari satu menjadi empat: dapur, DIY, kegiatan luar ruangan, dan hobi.
- Program ini mendorong konsep ekonomi berbagi dan pemanfaatan sumber daya secara berkelanjutan.
- Koleksi yang dapat dipinjam meliputi air fryer, kamera instan, mesin bor listrik, hingga raket padel.
- Peminjam harus menjadi anggota perpustakaan dengan domisili Jabodetabek.
Jakarta (pilar.id) – Perpustakaan Goethe-Institut Jakarta memperluas koleksi “Library of Things” atau Perpustakaan Benda-Benda dengan menambah kategori dan jumlah barang yang dapat dipinjam publik. Program yang berfokus pada konsep berbagi sumber daya ini kini menyediakan 38 benda yang dapat digunakan masyarakat secara kolektif.
Ekspansi koleksi tersebut meningkatkan jumlah kategori dari satu menjadi empat bidang utama, yakni perlengkapan dapur, perangkat DIY (Do It Yourself), peralatan kegiatan luar ruangan, serta perlengkapan hobi.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya mendorong pemanfaatan barang secara lebih efisien sekaligus memperkenalkan konsep ekonomi berbagi yang semakin berkembang di berbagai negara.
Konsep Berbagi untuk Pemanfaatan Barang Lebih Efisien
Program Library of Things pertama kali diluncurkan pada 2023 dengan koleksi awal berupa peralatan dapur. Konsep ini memungkinkan masyarakat meminjam berbagai barang yang umumnya hanya digunakan sesekali, sehingga tidak perlu membeli secara pribadi.
Kepala Bagian Perpustakaan Goethe-Institut Jakarta, Nathalie Sugondho, menjelaskan bahwa program ini didasarkan pada prinsip ekonomi berbagi yang bertujuan membuka akses kolektif terhadap berbagai jenis barang.
Dengan pendekatan tersebut, penggunaan sumber daya dinilai menjadi lebih efisien sekaligus mendorong masyarakat untuk mencoba berbagai aktivitas baru tanpa harus memiliki peralatannya secara permanen.
Koleksi dari Dapur hingga Kegiatan Luar Ruangan
Koleksi yang tersedia dalam Perpustakaan Benda-Benda kini mencakup berbagai perangkat yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari maupun kegiatan rekreasi.
Beberapa barang yang dapat dipinjam antara lain panci presto, mesin bor listrik, jaring bulu tangkis, tongkat trekking, hingga perangkat hobi seperti raket padel, gitalele, kamera instan, dan air fryer.
Barang-barang tersebut dipilih karena sering kali dibutuhkan dalam waktu tertentu saja, sehingga layanan peminjaman dinilai dapat menjadi solusi praktis bagi masyarakat.
Selain itu, program ini juga memberi kesempatan bagi pengguna untuk mencoba peralatan tertentu sebelum memutuskan membelinya.
Tren Global di Perpustakaan Modern
Konsep Library of Things sebenarnya telah berkembang di sejumlah perpustakaan di Jerman dalam beberapa tahun terakhir.
Beberapa kota besar seperti Berlin, Bremen, dan Frankfurt telah mengadopsi model layanan serupa di perpustakaan kota maupun perpustakaan universitas.
Perkembangan tersebut mencerminkan perubahan peran perpustakaan modern yang tidak hanya menyediakan buku, tetapi juga menghadirkan layanan yang mendukung gaya hidup berkelanjutan dan kolaboratif.
Melalui pengembangan koleksi di Jakarta, konsep ini diharapkan dapat menginspirasi lebih banyak perpustakaan di Indonesia untuk menghadirkan layanan serupa.
Cara Meminjam Barang di Library of Things
Masyarakat yang ingin memanfaatkan layanan ini harus terlebih dahulu menjadi anggota perpustakaan Goethe-Institut Jakarta.
Pendaftaran dapat dilakukan dengan menunjukkan KTP atau surat keterangan domisili di wilayah Jabodetabek. Setelah terdaftar, anggota dapat meminjam barang sesuai ketentuan masa peminjaman yang berlaku.
Setiap barang yang dipinjam harus dikembalikan setelah periode peminjaman selesai. Informasi lengkap mengenai kategori barang, durasi peminjaman, dan aturan pengembalian tersedia melalui situs resmi Goethe-Institut maupun layanan informasi perpustakaan.
Peran Goethe-Institut dalam Diplomasi Budaya
Sebagai lembaga kebudayaan resmi Jerman, Goethe-Institut berperan dalam mempromosikan bahasa Jerman, memperkuat pertukaran budaya internasional, serta memperkenalkan kehidupan sosial, politik, dan budaya Jerman kepada masyarakat dunia.
Melalui berbagai program budaya, pendidikan, dan literasi, institusi ini juga mendorong dialog antarbudaya serta memperkuat partisipasi masyarakat dalam kegiatan kultural.
Program Library of Things di Jakarta menjadi salah satu inovasi yang tidak hanya mendukung literasi, tetapi juga memperkenalkan konsep keberlanjutan dan pemanfaatan sumber daya secara kolektif kepada publik Indonesia. (ret/hdl)

12 hours ago
5

















































