Ringkasan Berita
- Joan Laporta mengakui hubungannya dengan Lionel Messi tidak lagi seperti dulu.
- Ketegangan mencuat sejak perpisahan Messi pada 2021 akibat kendala finansial dan aturan gaji LaLiga.
- Insiden di Ballon d’Or 2023 memperkeruh hubungan keduanya.
- Messi mencetak 672 gol dan meraih 35 trofi bersama Barcelona.
- Laporta membuka peluang rekonsiliasi di masa mendatang.
Barcelona (pilar.id) – Presiden FC Barcelona, Joan Laporta, mengakui bahwa hubungannya dengan legenda klub, Lionel Messi, tidak lagi sehangat sebelumnya. Pengakuan itu disampaikan Laporta dalam wawancara bersama Catalunya Radio.
Menurut Laporta, hubungan keduanya sempat mengalami ketegangan, terutama setelah insiden dalam seremoni Ballon d’Or 2023. Ia mengungkapkan adanya momen kurang nyaman ketika berusaha menyapa Messi, namun merasa tidak mendapatkan respons yang diharapkan.
Laporta menyebut bahwa sejak peristiwa tersebut terdapat upaya pendekatan kembali, meski hubungan keduanya belum sepenuhnya pulih. Meski demikian, ia menegaskan bahwa Messi tetap menjadi legenda besar Barcelona.
Akar Permasalahan Sejak 2021
Ketegangan antara Laporta dan Messi tak lepas dari perpisahan emosional pada musim panas 2021. Saat itu, Messi terpaksa meninggalkan Camp Nou setelah klub tidak mampu memperpanjang kontraknya akibat kendala aturan batas gaji di LaLiga.
Laporta menjelaskan bahwa manajemen saat itu menolak menandatangani kesepakatan investasi dengan CVC demi mendaftarkan kontrak baru Messi. Ia menilai langkah tersebut berpotensi merugikan klub dalam jangka panjang. Selain itu, nilai kontrak perpanjangan yang dibahas juga disebut sangat tinggi di tengah kondisi finansial Barcelona yang sedang sulit.
Keputusan tersebut berujung pada kepergian Messi, yang menutup kebersamaan selama lebih dari dua dekade di Barcelona.
Warisan Besar Messi di Barcelona
Messi membela Barcelona sejak 2000 hingga 2021. Selama periode tersebut, ia mencatatkan 672 gol dari 778 penampilan di level senior serta mempersembahkan 35 trofi, termasuk 10 gelar LaLiga dan empat trofi Liga Champions.
Sejak kepergian Messi, Barcelona belum kembali meraih gelar Liga Champions. Trofi Eropa terakhir klub diraih pada 2015.
Setelah meninggalkan Spanyol, Messi menjalani dua musim bersama Paris Saint-Germain sebelum bergabung dengan klub Major League Soccer, Inter Miami CF, pada 2023.
Peluang Rekonsiliasi?
Laporta tidak menutup kemungkinan hubungan keduanya membaik di masa depan. Ia menekankan bahwa Barcelona sebagai institusi tetap berada di atas individu, baik pemain, eksekutif, maupun presiden.
Di sisi lain, publik Camp Nou masih menyimpan harapan akan momen rekonsiliasi simbolis antara klub dan ikon terbesarnya. Namun hingga kini, hubungan personal keduanya masih berada dalam fase yang disebut Laporta sebagai “tegang”. (mad/hdl)

3 hours ago
6

















































