Mayat bayi di aliran Cengkareng Drain Jakbar dievakuasi

18 hours ago 12

Jakarta (ANTARA) - Petugas gabungan mengevakuasi sesosok mayat bayi berjenis kelamin laki-laki dari aliran Kali Cengkareng Drain, Jakarta Barat.

"Sudah dievakuasi, sementara menunggu identifikasi lanjutan dan proses pendalaman," ucap Kanit Reskrim Polsek Cengkareng, Iptu Aang Kaharudin saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu.

Dijelaskan, jasad bayi itu awalnya ditemukan petugas pada pukul 06.00 WIB hingga akhirnya dievakuasi beberapa jam kemudian.

Proses evakuasi melibatkan aparat gabungan dari polisi, TNI, hingga Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Sementara identifikasi oleh tim Inafis Polres Metro Jakarta Barat dilakukan sekitar pukul 11.00 WIB di lokasi.

Baca juga: Bayi perempuan ditemukan terbungkus plastik merah di Kembangan

Di lokasi, bau sampah dan aroma mayat masih tercium.

Petugas PJLP Unit Penanganan Sampah (UPS) Badan Air, Undih Noviana, mengatakan jasad tersebut pertama kali ditemukan sekitar pukul 06.00 WIB.

"Saya pertama kali menemukan, saya mau membersihkan sampah, pagi sekitar jam enam," kata Undih.

Awalnya, Undih mengira jasad bayi yang mengambang itu hanyalah sebuah boneka yang terbuang.

"Saya lihat itu dikira boneka, tapi agak curiga juga," ucapnya.

Baca juga: Sesosok mayat bayi laki-laki ditemukan dalam plastik di Kebayoran Baru

Saat Undih memperhatikan lebih dekat, ia terkejut lantaran mayat yang ia kira sebagai boneka itu digeregoti serangga dan belatung.

Lantas Undih menyadari bahwa benda yang tersangkut di sekatan sampah itu adalah jasad manusia.

"Pas saya (perhatikan), tahunya mayat anak kecil. Ada lalat dan belatung juga," kata dia.

Menurut Undih, kondisi jenazah sudah mulai membusuk saat ditemukan. Kulit bayi tersebut tampak sudah memutih dan pucat.

"Kondisinya sudah agak membusuk. (Kulitnya) sudah putih, pucat," katanya.

Baca juga: Sesosok jasad bayi ditemukan di lahan kosong di Jakarta Utara

Menurut pengamatan Undih, bayi tersebut diprakirakan sudah berusia sekitar satu bulan.

Undih pun langsung berkoordinasi dengan koordinator lapangan (Korlap) dan melaporkan kejadian tersebut kepada polisi.

"Saya langsung koordinasi sama komandan saya, Korlap saya," katanya.

Beberapa waktu kemudian, rekan kerja Undih datang menyusul ke lokasi untuk membantu mengamankan tempat kejadian sebelum petugas kepolisian tiba.

Pewarta: Redemptus Elyonai Risky Syukur
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Bansos | Investasi | Papua | Pillar |