Pelajar judi balap lari sampai tutup jalan ditangkap polisi di Jaksel

15 hours ago 10

Jakarta (ANTARA) - Kepolisian menangkap delapan pelajar karena diduga judi balap lari layaknya seperti di cabang olahraga altetik sampai menutup jalan di Jalan M Saidi Raya, Pesanggrahan, Jakarta Selatan.

"Untuk pelakunya berjumlah delapan anak dan untuk kejadian ini bukan kali pertama dilakukan oleh mereka," kata Kapolsek Pesanggrahan Kompol Seala Syah Alam kepada wartawan di Jakarta, Rabu.

Seala mengatakan aksi tersebut dilakukan pada dini hari dan diketahui bukan kali pertama dilakukan oleh kelompok tersebut.

Para pelaku telah beberapa kali melakukan aksi serupa sejak 2024 di sejumlah wilayah.

"Sebelumnya sudah pernah dilakukan di Meruya dan Puri Indah, Jakarta Barat, serta beberapa lokasi lain di sekitar Jakarta Selatan. Yang terakhir terjadi pada 15 dan 17 Januari 2026 di Pesanggrahan dan Alhamdulillah berhasil kami amankan," ucapnya.

Baca juga: Belajar coding usai lulus SMA, 2 pria di Jakbar nekat operasikan judol

Pada setiap balapan, katanya, para pelaku membuat janji di media sosial dan melakukan taruhan sekitar Rp300 ribu per kelompok yang dikumpulkan secara patungan.

Kemudian, untuk melancarkan aksinya, mereka menggunakan sepeda motor untuk menutup jalan. Balapan lari tersebut dilakukan setelah jalan ditutup sementara oleh sepeda motor yang diparkir melintang.

Saat penangkapan itu, polisi turut menyita sejumlah barang bukti berupa sepeda motor dan telepon genggam yang digunakan untuk berkomunikasi dan membuat janji balapan melalui media sosial.

Delapan anak yang berhadapan dengan hukum tersebut berasal dari berbagai wilayah. Dua di antaranya berdomisili di Jakarta Selatan, sementara enam lainnya berasal dari Tangerang Selatan, Banten dan Jakarta Barat.

Seluruh proses hukum terhadap anak-anak tersebut didampingi oleh Balai Pemasyarakatan (Bapas), sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Baca juga: Pramono soroti judi online di kalangan ASN DKI

Ke depannya, pihak kepolisian akan berkoordinasi dengan Suku Dinas Pendidikan dan pihak sekolah untuk melakukan pembinaan.

Diharapkan anak-anak bisa masuk ke kegiatan ekstrakurikuler atletik atau kegiatan olahraga lain yang lebih terfasilitasi.

Kini, pihak sekolah masih menunggu hasil koordinasi dengan kepolisian terkait sanksi administratif, termasuk kemungkinan peninjauan Kartu Jakarta Pintar (KJP).

Pewarta: Luthfia Miranda Putri
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Bansos | Investasi | Papua | Pillar |