Penjelasan Pengadilan Militer soal penundaan sidang kasus staf Zaskia

4 hours ago 4

Jakarta (ANTARA) - Juru bicara Pengadilan Militer II-08 Jakarta Endah Wulandari merespons ramainya sorotan publik di media sosial terkait unggahan Zaskia Adya Mecca soal penundaan sidang dugaan pemukulan terhadap stafnya.

"Jadi, saya ingin menyampaikan untuk pemanggilan sidang menjadi kewenangan dari oditur militer. Kita menjadi penyelenggara sidang hari ini Pengadilan Militer memang tidak ada sidang," kata Endah saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa.

Penundaan tersebut bukan tanpa alasan, melainkan terkait dengan kewenangan dan kondisi internal di tingkat Oditurat Militer.

Endah menjelaskan, Pengadilan Militer hanya bertindak sebagai penyelenggara sidang.

Menurutnya, sidang kasus yang melibatkan sopir dari pihak Zaskia sebenarnya telah dijadwalkan ulang untuk digelar pada hari ini setelah sebelumnya dibuka pada 31 Maret.

Namun, di hari yang sama, oditurat militer tengah menerima pelimpahan berkas perkara lain yang cukup besar, yakni kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus.

Situasi ini membuat oditur memprioritaskan penanganan berkas tersebut.

"Karena ada pelimpahan berkas perkara yang cukup penting, oditur meminta agar sidang ditunda. Jadi memang hari ini tidak ada sidang sama sekali,” jelas Endah.

Selain itu, ketidakhadiran saksi juga menjadi faktor penting. Endah menegaskan, tidak ada saksi korban yang hadir pada hari tersebut, termasuk pihak pelapor.

Bahkan, oditur yang seharusnya hadir dalam persidangan juga tidak berada di tempat karena tengah fokus pada proses administrasi pelimpahan perkara.

Menanggapi pernyataan Zaskia Adya Mecca yang menyebut dirinya datang bersama dua saksi, Endah memberikan klarifikasi bahwa kemungkinan dua orang tersebut bukanlah saksi korban utama, melainkan pihak lain yang tidak berkaitan langsung sebagai pelapor.

Terkait kondisi Pengadilan Militer yang disebut sepi dalam unggahan Zaskia, Endah menegaskan karena tidak adanya sidang yang berlangsung.

Pihak Pengadilan Militer memanfaatkan waktu dengan melakukan kegiatan lain di luar kantor. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya membangun zona integritas melalui aktivitas olahraga bersama.

"Kegiatan olahraga di luar untuk menarik zona integritas kami. Tapi itu dilakukan setelah ada permohonan dari oditur untuk menunda Sidang. Jadi seluruh sidang hari ini memang tidak ada," ucap Endah.

Untuk kelanjutan proses hukum, Endah memastikan bahwa sidang akan dijadwalkan kembali pada Rabu (8/4) besok. Namun, proses pemanggilan saksi tetap berada di bawah kewenangan oditur militer.

Dia juga menyampaikan bahwa pihak oditur telah menyampaikan permohonan maaf dan tengah menyiapkan klarifikasi resmi untuk menghindari kesalahpahaman di publik, terutama karena isu ini telah menarik perhatian luas dan menyangkut institusi Pengadilan Militer.

Ramai di media sosial ungkapan kekecewaan pasangan selebritas Zaskia Adya Mecca dan sutradara Hanung Bramantyo di akun Instagram @zaskiadyamecca.

Zaskia menceritakan kronologi kejadian yang menurutnya sangat membingungkan baginya.

Dalam unggahannya, Zaskia menyebutkan bahwa dirinya dan Hanung Bramantyo, beserta dua orang saksi telah tiba di Pengadilan Militer Jakarta pada pukul 09.50 pagi.

Kehadiran mereka berdasar pada surat pemanggilan yang diterima pada awal minggu untuk sidang lanjutan kasus 'Faisal dan Kala'.

"Jujur surprise ternyata kasus ini masih lanjut, karna kami kehilangan update kasus sejak Oktober," tulis Zaskia.

Namun, Zaskia dan timnya kaget saat sampai di Pengadilan Militer dalam kondisi sepi.

"Kaget banget pas sampai di @pengadilanmiliterjakarta ga ada orang. Hanya ada tukang. Lampu-lampu di ruangan gelap," ungkapnya.

Zaskia dan tim mencoba mencari informasi, namun petugas yang berada di lokasi justru ikut kebingungan dan hanya menjawab seadanya bahwa tidak ada sidang pada hari itu dan kemungkinan diundur keesokan harinya.

Zaskia mencoba mengonfirmasi langsung kepada pihak yang mengirimkan pesan panggilan sidang melalui WhatsApp.

"Di wasap ke pengirim surat panggilan sidang jawabannya, 'oh? Emang batal sidangnya?'," tulis Zaskia.

Atas kejadian ini, Zaskia mempertanyakan profesionalitas penyelenggaraan persidangan.

"Harusnya siapa yang mengabarkan ke kami kalau sidang batal? Lalu kapan lagi kalau di-reschedule?... Bukannya persidangan ini hal yang melibatkan banyak orang? Kenapa kalau cancel orang-orang yang terkait dan dipanggil dilupakan begitu saja? Apa ini hal yang biasa terjadi di persidangan militer?," katanya.

Kasus dugaan penganiayaan yang dialami satu satu karyawan yakni Faisal, terjadi saat mengantarkan anak Zaskia, ke sekolah pada Senin, 22 September 2025, pagi.

Di unggahan akun Instagramnya, Zaskia Adya Mecca menceritakan insiden itu terjadi di Jalan Ampera Raya, tepatnya di depan restoran Shabu Hachi pada Senin sekitar pukul 07.15 WIB.

Pelaku yang menganiaya karyawan Zaskia sempat diamankan warga, namun mengaku sebagai 'anggota 30' tanpa penjelasan lebih lanjut.

Pria yang mengenakan batik itu lalu melarikan diri. Adapun ciri-ciri pelaku, yakni menggunakan motor vespa pink dengan nomor polisi B 3701 FRM.

Baca juga: Pomdam Jaya tangani dugaan anggota TNI aniaya karyawan Zaskia Mecca

Baca juga: Kriminal kemarin jasad anak Penjaringan hingga kasus Zaskia adya Mecca

Baca juga: Polisi kumpulkan rekaman CCTV penganiayaan karyawan Zaskia Mecca

Pewarta: Siti Nurhaliza
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Bansos | Investasi | Papua | Pillar |