Polisi lakukan penyekatan untuk cegah tawuran dan SOTR di Pademangan

18 hours ago 11

Jakarta (ANTARA) - Polsek Pademangan, Jakarta Utura, akan melakukan penyekatan di sejumlah lokasi perbatasan serta patroli wilayah sebagai upaya mencegah terjadinya tawuran hingga kegiatan "Sahur On The Road" (SOTR) saat bulan Ramadan 1447 Hijriah.

“Kami mendirikan pos pantau yang akan ditempati personel kepolisian, TNI, serta ormas untuk menjaga keamanan, ketertiban, masyarakat selama bulan Ramadan,” kata Kapolsek Pademangan Kompol Immanuel Sinaga di Jakarta, Kamis.

Dalam kegiatan ini, pihaknya melibatkan masyarakat dengan menerapkan kolaborasi tiga pilar, yakni kecamatan, Koramil serta perangkat wilayah seperti LMK, FKDM, Karang Taruna dan lainnya.

Untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tidak dapat dilakukan sendiri tapi harus secara bersama-sama dengan melibatkan masyarakat serta pemangku kebijakan.

“Ini sesuai dengan arahan Kapolda Metro Jaya agar bersama-sama dengan masyarakat menjaga keamanan dan ketertiban wilayah,” kata dia.

Baca juga: Ini sanksi pelanggaran jam operasional usaha hiburan saat Ramadhan

Polsek Pademangan mendirikan empat pos pemantauan di Jalan Gurun Sahari dekat Maspion, Jalan Benyamin Sueb, di kawasan Bintang Mas dan dekat Masjid Keramat.

Menurut dia, pos-pos ini berbatasan dengan wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Pusat serta menjadi lokasi rawan aksi tawuran.

“Kami juga melibatkan RT dan RW yang lebih dekat dengan masyarakat melakukan sosialisasi agar tidak ada yang terlibat tawuran dan SOTR,” kata dia.

Sebagai langkah antisipasi, pihaknya juga melakukan patroli rutin dan jika melihat anak remaja yang masih berkeliaran di atas pukul 00.00 WIB maka mereka akan digelandang ke Polsek Pademangan untuk dibina.

Setelah itu, besok harinya para orang tua, guru, Ketua RT, Ketua RW harus hadir ke Polsek untuk menjemput anak tersebut agar bisa pulang.

“Ini sebagai efek jera agar tidak ada lagi anak yang keluyuran malam hari dan berujung pada aksi tawuran,” katanya.

Baca juga: Penumpang MRT Jakarta boleh minum dan makan kurma usai adzan Maghrib

Ia mengatakan, sebagai daerah perlintasan, wilayah Pademangan menjadi lokasi pilihan untuk aksi tawuran bagi pelajar maupun antar kampung.

Mereka berkomunikasi dengan saling ejek dan mengajak tawuran di media sosial di kawasan Pademangan. Ada juga yang berawal dari perang sarung, main petasan hingga berujung perkelahian

“Jadi saat akan masuk ke wilayah langsung kita hadang dan suruh putar balik,” kata dia.

Ia mengatakan, hal ini dilakukan agar tidak terjadi aksi tawuran apalagi yang menggunakan senjata tajam dan dapat berujung pada kehilangan nyawa.

“Kami tidak ingin itu terjadi dan kami kumpulkan seluruh pihak terkait, masyarakat untuk menyamakan visi agar hal ini tidak terjadi,” kata dia.

Pewarta: Mario Sofia Nasution
Editor: Sri Muryono
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Bansos | Investasi | Papua | Pillar |