Tinjau Stasiun Surabaya Gubeng, Kapolri Instruksikan Layanan Maksimal untuk Pemudik Lebaran 2026

4 hours ago 5

Ringkasan Berita

  • Kapolri Listyo Sigit Prabowo meninjau kesiapan arus mudik di Stasiun Surabaya Gubeng.
  • Jumlah penumpang kereta tercatat meningkat sekitar 11 persen dibanding kondisi normal.
  • Peningkatan dipicu diskon tiket kereta dari pemerintah dan mobilitas antarwilayah.
  • Kapolri meminta seluruh petugas menyiapkan mitigasi jika terjadi lonjakan pemudik.
  • Patroli keamanan di stasiun, terminal, pelabuhan, hingga kawasan permukiman akan ditingkatkan.

Surabaya (pilar.id) – Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau langsung kesiapan layanan arus mudik Lebaran di Stasiun Surabaya Gubeng, Jawa Timur, Minggu (15/3/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Kapolri meminta seluruh petugas dan pemangku kepentingan memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat yang melakukan perjalanan mudik menjelang Idulfitri.

Peninjauan dilakukan di Posko Terpadu stasiun untuk memantau kesiapan pengamanan, layanan transportasi, serta fasilitas pendukung bagi para pemudik.

Penumpang Kereta Mulai Meningkat

Berdasarkan hasil pemantauan di Posko Terpadu Stasiun Surabaya Gubeng, terjadi peningkatan jumlah penumpang sekitar 11 persen dibandingkan kondisi normal.

Menurut Listyo Sigit Prabowo, peningkatan ini mulai terlihat sejak pemerintah memberikan program diskon tiket kereta api untuk mendukung mobilitas masyarakat selama masa mudik.

Selain menjadi titik keberangkatan utama di Jawa Timur, Stasiun Surabaya Gubeng juga berfungsi sebagai simpul transportasi bagi pemudik dari berbagai wilayah Indonesia yang melanjutkan perjalanan ke daerah lain.

Sebagian penumpang diketahui berasal dari wilayah luar Pulau Jawa, seperti Nusa Tenggara Timur dan Kalimantan, sebelum melanjutkan perjalanan ke kota-kota di Pulau Jawa.

Antisipasi Lonjakan Pemudik

Kapolri mengingatkan seluruh petugas agar tidak lengah terhadap kemungkinan lonjakan jumlah pemudik yang melebihi prediksi pemerintah.

Perkiraan jumlah pemudik yang dirilis oleh Kementerian Perhubungan Republik Indonesia harus tetap diantisipasi dengan skenario tambahan, terutama di titik-titik transportasi utama seperti stasiun, terminal, dan pelabuhan.

Ia juga menekankan pentingnya koordinasi dengan operator transportasi seperti PT Kereta Api Indonesia untuk memastikan kesiapan layanan tambahan apabila terjadi peningkatan penumpang secara signifikan.

Langkah tersebut mencakup kemungkinan penambahan jadwal perjalanan kereta api guna mengurai kepadatan penumpang.

Pelayanan Terpadu bagi Pemudik

Kapolri menekankan bahwa pelayanan kepada masyarakat harus dilakukan secara maksimal, mulai dari sistem tiket, pengamanan perjalanan, hingga layanan kesehatan bagi penumpang.

Kesiapan tersebut dinilai penting karena puncak arus mudik biasanya terjadi pada dua hari sebelum Lebaran.

Oleh karena itu, seluruh petugas diminta memastikan operasional layanan berjalan optimal menjelang periode tersebut.

Keamanan Lingkungan Juga Diperketat

Selain pengamanan di area transportasi, Kapolri juga meminta jajarannya meningkatkan patroli di kawasan permukiman yang ditinggalkan warga selama mudik.

Langkah ini dilakukan untuk meminimalkan potensi tindak kejahatan seperti pencurian rumah kosong selama libur panjang Lebaran.

Patroli keamanan akan difokuskan di sekitar stasiun, terminal, pelabuhan, serta lingkungan permukiman warga.

Sinergi Lintas Instansi

Kapolri menegaskan bahwa keberhasilan pengamanan arus mudik tidak hanya bergantung pada kepolisian, tetapi juga membutuhkan sinergi lintas instansi.

Koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, operator transportasi, serta aparat keamanan menjadi kunci untuk memastikan perjalanan mudik masyarakat berlangsung aman dan nyaman.

Dengan berbagai langkah tersebut, pemerintah berharap arus mudik Lebaran 2026 dapat berjalan lancar sekaligus memberikan pengalaman perjalanan yang aman bagi masyarakat di seluruh Indonesia. (tin)

Read Entire Article
Bansos | Investasi | Papua | Pillar |