Ringkasan Berita
- BCA berencana membagikan dividen interim hingga 3 kali pada 2026.
- Pembagian dividen akan dilakukan setiap kuartal.
- Laba bersih BCA tahun buku 2025 mencapai Rp57,5 triliun.
- Total dividen final yang dibagikan mencapai Rp41,3 triliun.
- Dividend Payout Ratio (DPR) naik menjadi 72%.
Jakarta (pilar.id) – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) berencana melakukan terobosan dalam kebijakan pembagian dividen dengan menyalurkan dividen interim hingga tiga kali sepanjang tahun 2026.
Langkah ini disebut sebagai strategi baru perseroan untuk meningkatkan nilai tambah bagi para pemegang saham, khususnya investor ritel yang selama ini menjadi basis kuat kepemilikan saham BCA.
Presiden Direktur BCA, Hendra Lembong, menjelaskan bahwa skema ini akan dilakukan secara berkala setiap kuartal, dengan tetap mempertimbangkan kondisi keuangan perusahaan.
Dorong Arus Kas Pemegang Saham
Manajemen BCA menilai pembagian dividen interim lebih dari sekali dalam setahun dapat memberikan manfaat langsung berupa peningkatan arus kas bagi investor.
Kebijakan ini juga telah memperoleh persetujuan dari Dewan Komisaris, sehingga implementasinya dinilai telah melalui pertimbangan tata kelola yang matang.
Selain itu, langkah ini mencerminkan optimisme BCA terhadap kinerja keuangan yang stabil dan berkelanjutan.
Didukung Kinerja Keuangan Solid
Keputusan ini tidak lepas dari capaian kinerja BCA sepanjang tahun buku 2025. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar di Jakarta, perseroan mencatat laba bersih sebesar Rp57,5 triliun.
Dari total laba tersebut, BCA menetapkan dividen tunai sebesar Rp336 per saham.
Tak hanya itu, total dividen final yang dibagikan mencapai Rp41,3 triliun, dengan Dividend Payout Ratio (DPR) sebesar 72%. Angka ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di kisaran 67,4%.
Sinyal Positif untuk Investor Ritel
Kebijakan pembagian dividen yang lebih agresif ini dinilai sebagai sinyal positif bagi pasar, terutama bagi investor ritel yang mengandalkan dividen sebagai sumber pendapatan pasif.
Dengan distribusi dividen yang lebih sering, investor berpotensi mendapatkan arus kas yang lebih stabil sepanjang tahun, dibandingkan skema tahunan konvensional.
Selain itu, strategi ini juga berpotensi meningkatkan daya tarik saham BCA di tengah kompetisi sektor perbankan nasional.
Fokus pada Fundamental dan Kehati-hatian
Meski agresif dalam kebijakan dividen, manajemen BCA menegaskan bahwa perusahaan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam menjalankan bisnis.
Hendra Lembong menyatakan bahwa BCA akan terus menjaga fundamental keuangan serta memastikan setiap keputusan strategis tetap sejalan dengan kondisi ekonomi dan kinerja perseroan.
Rencana pembagian dividen interim hingga tiga kali pada 2026 menjadi langkah inovatif BCA dalam memberikan nilai tambah kepada pemegang saham.
Didukung kinerja keuangan yang solid dan rasio pembagian dividen yang meningkat, kebijakan ini berpotensi memperkuat posisi BCA sebagai salah satu emiten perbankan paling atraktif di pasar modal Indonesia. (ret/hdl)

5 hours ago
4

















































