BNI dan BNI Ventures Luncurkan Dropbox Sampah Kertas, Dorong Ekonomi Sirkular Jelang HPSN 2026

9 hours ago 4

Ringkasan Berita

  • BNI dan BNI Ventures meluncurkan Dropbox Sampah Kertas jelang HPSN 21 Februari 2026.
  • Dua drop box ditempatkan di Grha BNI Dukuh Atas dan Menara BNI Pejompongan.
  • Limbah kertas didaur ulang menjadi planting paper yang dapat ditanam.
  • Program bermitra dengan PaperPods dan dilengkapi sistem pelacakan dampak digital.
  • Inisiatif ini menjadi bagian strategi bisnis berkelanjutan dan ekonomi sirkular BNI Grup.

Jakarta (pilar.id) – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI bersama anak usahanya, BNI Ventures, meluncurkan program Dropbox Sampah Kertas di lingkungan perkantoran. Inisiatif ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang diperingati setiap 21 Februari, sekaligus langkah strategis membangun ekosistem pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular di internal BNI Grup.

Dua drop box telah ditempatkan di Grha BNI, Dukuh Atas, dan Menara BNI, Pejompongan, Jakarta. Program tersebut mendorong karyawan serta masyarakat sekitar untuk memilah dan mengelola limbah kertas secara bertanggung jawab agar tidak berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA).

Integrasi Keberlanjutan dalam Operasional

Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari integrasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam aktivitas perusahaan.

Menurut Okki, kehadiran dropbox bukan sekadar fasilitas pembuangan, melainkan instrumen untuk mengurangi beban TPA yang kian kritis di kota-kota besar. Momentum HPSN dinilai relevan untuk memperkuat kesadaran bahwa pengelolaan sampah adalah tanggung jawab kolektif, termasuk oleh sektor korporasi.

Limbah Kertas Diolah Jadi Planting Paper

Kertas yang terkumpul melalui dropbox tidak dibuang begitu saja. Limbah tersebut akan didaur ulang menjadi planting paper, yakni kertas buatan tangan yang mengandung benih tanaman dan dapat tumbuh setelah digunakan.

Model ini memperpanjang siklus hidup material sekaligus memberi nilai tambah pada limbah perkantoran. Pendekatan tersebut selaras dengan konsep ekonomi sirkular, di mana limbah diproses kembali menjadi produk baru yang bermanfaat.

Secara terpisah, Eddi Danusaputro mewakili BNI Ventures menyampaikan bahwa keterlibatan pihaknya mencerminkan peran strategis dalam mendorong solusi inovatif berbasis keberlanjutan di lingkungan BNI Grup.

Gandeng Startup Circular Economy

Program ini dijalankan melalui kolaborasi dengan PaperPods, startup yang memperkenalkan circular paper dropbox pertama di Indonesia. Melalui kemitraan ini, limbah kertas korporasi didaur ulang secara handmade oleh perajin perempuan senior, sehingga turut memberdayakan kelompok masyarakat.

Seluruh proses pengelolaan dilengkapi sistem pelacakan digital yang memungkinkan pengukuran dampak lingkungan secara transparan. Indikator yang dicatat meliputi jumlah kertas yang dialihkan dari TPA, estimasi emisi karbon (CO₂) yang berhasil dihindari, hingga potensi jumlah pohon yang terselamatkan.

Strategi Bisnis Berkelanjutan Jangka Panjang

Kolaborasi antara entitas induk, anak usaha, dan mitra startup ini menegaskan bahwa praktik ramah lingkungan bukan sekadar kegiatan seremonial. BNI memposisikan inisiatif ini sebagai bagian dari strategi bisnis berkelanjutan yang terukur dan berdampak jangka panjang.

Ke depan, gerakan pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular ini ditargetkan dapat diperluas ke lebih banyak unit kerja dan komunitas. Langkah tersebut diharapkan menjadi contoh implementasi keberlanjutan di sektor perbankan nasional, sekaligus mendukung agenda pengurangan sampah dan emisi karbon di Indonesia. (ret/hdl)

Read Entire Article
Bansos | Investasi | Papua | Pillar |