Ringkasan Berita
- Bupati Jember siapkan skema WFH bagi ASN
- Kebijakan dipicu fluktuasi harga minyak global
- Pemkab Jember juga meniadakan open house Lebaran
- Efisiensi difokuskan pada pengurangan konsumsi energi
- Layanan publik dipastikan tetap berjalan optimal
Jember (pilar.id) – Muhammad Fawait, Bupati Jember, mengambil langkah strategis dengan menyiapkan skema Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jember, Jember. Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya efisiensi energi dan anggaran di tengah tekanan global akibat fluktuasi harga minyak dunia.
Langkah tersebut diambil sebagai respons terhadap ketidakstabilan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang berdampak langsung pada kenaikan harga minyak mentah global. Kondisi ini dinilai berpotensi meningkatkan beban subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) yang ditanggung pemerintah pusat.
Respons Daerah terhadap Tekanan Global
Menurut Muhammad Fawait, pemerintah daerah harus peka terhadap dinamika global yang berdampak pada ekonomi nasional. Ia menilai pengendalian konsumsi energi menjadi salah satu langkah konkret untuk menjaga stabilitas anggaran negara.
Meski demikian, ia memastikan bahwa kebijakan efisiensi ini bukan disebabkan oleh kelangkaan BBM di wilayah Jember. Ketersediaan energi bagi masyarakat disebut masih dalam kondisi aman dan terkendali.
WFH ASN untuk Tekan Konsumsi Energi
Sebagai bagian dari kebijakan tersebut, Pemkab Jember tengah merumuskan skema kerja fleksibel bagi ASN melalui sistem WFH. Program ini digodok bersama Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM).
Skema yang sedang disiapkan memungkinkan ASN bekerja dari rumah selama satu hingga dua hari dalam sepekan. Kebijakan ini diharapkan mampu mengurangi penggunaan kendaraan dinas serta konsumsi energi di perkantoran.
Pengalaman penerapan sistem kerja jarak jauh saat pandemi COVID-19 menjadi referensi utama dalam perumusan kebijakan ini. Pemerintah daerah optimistis kualitas pelayanan publik tetap terjaga meskipun sebagian ASN bekerja secara fleksibel.
Pemangkasan Kegiatan Seremonial
Selain menerapkan WFH, Pemkab Jember juga mengambil langkah efisiensi dengan meniadakan kegiatan open house resmi pada momentum Idulfitri 2026 di Pendapa Wahyawibawagraha.
Keputusan ini menjadi simbol pergeseran menuju pola pengeluaran yang lebih hemat dan sederhana. Meski tanpa seremoni formal, Bupati tetap membuka kesempatan bagi masyarakat untuk bersilaturahmi secara informal.
Data dan Dampak Ekonomi
Kenaikan harga minyak dunia dalam beberapa bulan terakhir tercatat berada pada kisaran USD 85–100 per barel, dipicu ketegangan geopolitik dan gangguan pasokan global. Di Indonesia, subsidi energi dalam APBN 2025 tercatat mencapai lebih dari Rp300 triliun, menjadikan efisiensi konsumsi sebagai prioritas strategis pemerintah.
Di sisi lain, sektor transportasi menyumbang sekitar 40% konsumsi energi nasional, sehingga pengurangan mobilitas melalui WFH dinilai dapat memberikan dampak signifikan terhadap penghematan energi.
Dorongan Efisiensi dari Daerah
Langkah yang diambil Pemkab Jember mencerminkan upaya pemerintah daerah dalam mendukung kebijakan efisiensi nasional. Selain menjaga stabilitas fiskal, kebijakan ini juga menjadi bagian dari adaptasi terhadap ketidakpastian global.
Dengan kombinasi kebijakan WFH dan pembatasan kegiatan non-prioritas, Pemkab Jember berharap dapat menekan pengeluaran tanpa mengorbankan kualitas layanan publik, sekaligus memberi contoh pengelolaan anggaran yang lebih adaptif dan berkelanjutan. (usm/hdl)

9 hours ago
11

















































