Kemnaker dan BSI Perluas Kerja Sama, Fokus pada Pasar Kerja hingga Penguatan Kompetensi SDM

20 hours ago 17

Jakarta (pilar.id) – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) dan PT Bank Syariah Indonesia (BSI) menyiapkan perluasan kerja sama untuk memperkuat ekosistem ketenagakerjaan di Indonesia. Kolaborasi tersebut akan diarahkan pada penguatan layanan pasar kerja, peningkatan kompetensi, pemagangan, hingga pemberdayaan tenaga kerja mandiri.

Sekretaris Jenderal Kemnaker Cris Kuntadi mengatakan BSI berpotensi menjadi mitra strategis karena kolaborasi kedua pihak tidak hanya berkaitan dengan layanan perbankan syariah, tetapi juga dapat mendukung berbagai program ketenagakerjaan dan pengembangan sumber daya manusia.

Hal itu disampaikan Cris dalam kegiatan silaturahmi bersama jajaran BSI di Jakarta, Rabu (19/8/2026). Menurutnya, kerja sama yang telah berjalan perlu dikembangkan menjadi program yang lebih konkret agar manfaatnya dapat dirasakan pekerja, pencari kerja, maupun masyarakat yang membutuhkan peningkatan kapasitas.

Kerja sama Kemnaker dan BSI sebelumnya telah memiliki landasan melalui Kesepahaman Bersama tentang Penyediaan dan Pemanfaatan Layanan Jasa dan Produk Perbankan Syariah serta Kerja Sama dalam Peningkatan Kualitas Tenaga Kerja yang ditandatangani pada 20 Maret 2025.

Kesepahaman tersebut berlaku selama tiga tahun dan mencakup peningkatan kapasitas serta pengembangan kompetensi sumber daya manusia, sekaligus pemanfaatan layanan dan produk perbankan syariah.

Kolaborasi kemudian diperkuat melalui Perjanjian Kerja Sama antara Pusat Pasar Kerja Kemnaker dan BSI tentang Penguatan Layanan Pasar Kerja pada 20 April 2026.

Melalui kerja sama tersebut, kedua pihak menjalankan sejumlah agenda yang berkaitan dengan penyediaan informasi pasar kerja, pemanfaatan platform Karirhub untuk penyebaran informasi lowongan, seminar, walk in interview, serta publikasi bersama.

Perluas Peluang Kerja dan Kompetensi Tenaga Kerja

Implementasi kerja sama juga telah dilakukan melalui kegiatan walk in interview di Pusat Pasar Kerja dan keterlibatan BSI dalam Program Magang Nasional.

Ke depan, Kemnaker melihat ruang kolaborasi yang lebih luas, terutama dalam meningkatkan kompetensi tenaga kerja melalui pelatihan vokasi dan pengembangan soft skill. Materi pelatihan dapat disesuaikan dengan kebutuhan industri yang berkembang, termasuk digital banking, customer service, pemasaran digital, dan industri halal.

Langkah tersebut dinilai penting karena kebutuhan dunia kerja terus berkembang seiring transformasi digital dan perubahan struktur industri. Kesesuaian antara kompetensi pencari kerja dengan kebutuhan perusahaan menjadi salah satu aspek penting dalam memperkuat pasar kerja.

Di sisi layanan pasar kerja, Kemnaker dan BSI juga berpeluang memperluas kolaborasi melalui program job matching, career day atau job fair, pengembangan talent pool, serta kegiatan penempatan tenaga kerja.

Dengan pola tersebut, kerja sama tidak berhenti pada penyediaan informasi lowongan, tetapi dapat diarahkan untuk mempertemukan pencari kerja dengan kebutuhan perusahaan secara lebih terstruktur.

Dorong Pemberdayaan Tenaga Kerja Mandiri

Ruang kerja sama lainnya berada pada sektor pemberdayaan. Kemnaker dan BSI dapat mengembangkan kolaborasi untuk mendukung Tenaga Kerja Mandiri, termasuk melalui pemanfaatan UMKM Center BSI.

Penguatan sektor tersebut dapat menjadi bagian dari upaya memperluas pilihan masyarakat dalam memperoleh penghasilan, terutama melalui pengembangan usaha dan peningkatan kapasitas kewirausahaan.

Selain itu, kolaborasi juga dapat diperluas bersama Politeknik Ketenagakerjaan. Bentuknya antara lain pemagangan mahasiswa, campus hiring, seminar, webinar, serta kuliah tamu yang menghadirkan praktisi maupun tenaga ahli dari dunia industri.

Menurut Cris Kuntadi, perluasan kerja sama perlu diterjemahkan ke dalam program yang memiliki sasaran dan ukuran keberhasilan yang jelas. Dengan demikian, sinergi antara Kemnaker dan BSI tidak hanya menghasilkan kesepakatan administratif, tetapi memberikan dampak langsung terhadap pengembangan tenaga kerja.

Penguatan kemitraan tersebut sekaligus membuka ruang bagi sektor perbankan untuk berkontribusi lebih luas dalam ekosistem ketenagakerjaan, mulai dari pengembangan kompetensi dan akses informasi pasar kerja hingga pemberdayaan masyarakat.

Bagi Kemnaker, kolaborasi dengan BSI menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem ketenagakerjaan yang lebih terintegrasi. Sementara bagi BSI, sinergi tersebut membuka peluang untuk memperkuat peran layanan perbankan syariah dalam mendukung kebutuhan pekerja, pencari kerja, mahasiswa, dan pelaku usaha.

Ke depan, keberhasilan kerja sama akan sangat bergantung pada penerjemahan berbagai peluang tersebut ke dalam program yang terukur, sesuai kebutuhan industri, serta memiliki manfaat nyata bagi masyarakat dan dunia kerja. (hdl)

Read Entire Article
Bansos | Investasi | Papua | Pillar |