Gubernur Khofifah Kukuhkan 76 Paskibraka Jatim untuk HUT ke-81 RI, Tekankan Semangat NKRI

15 hours ago 14

Surabaya (pilar.id) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengukuhkan 76 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Provinsi Jawa Timur Tahun 2026 di Halaman Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Minggu (16/8/2026).

Ke-76 putra-putri terpilih tersebut mendapat amanah untuk menjalankan tugas negara dalam upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Gedung Negara Grahadi pada Senin (17/8/2026).

Pengukuhan Paskibraka Jatim tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono, jajaran kepala perangkat daerah, serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jawa Timur.

Khofifah Tekankan Tugas Paskibraka Bukan Sekadar Seremoni

Dalam arahannya, Khofifah menegaskan bahwa tugas Paskibraka tidak berhenti pada prosesi pengibaran dan penurunan Bendera Merah Putih. Menurutnya, amanah tersebut memiliki makna penting dalam menanamkan sekaligus memperkuat semangat kebangsaan dan komitmen terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Khofifah meminta seluruh anggota Paskibraka menjalankan tugas dengan konsentrasi, disiplin, kekompakan, dan rasa tanggung jawab. Ia juga mengingatkan bahwa kesempatan menjadi bagian dari Paskibraka tingkat provinsi merupakan pengalaman istimewa yang tidak diperoleh semua orang.

Paskibraka, lanjut Khofifah, berada pada posisi penting dalam rangkaian peringatan Proklamasi Kemerdekaan. Prosesi pengibaran dan penurunan bendera menjadi salah satu bagian utama upacara yang mendapat perhatian luas.

Karena itu, ia meminta seluruh anggota menjaga fokus sejak persiapan hingga seluruh rangkaian tugas berakhir, baik ketika melaksanakan pengibaran bendera pada pagi hari maupun penurunan bendera pada sore hari.

Pemprov Jatim Iringi Paskibraka dengan Doa

Selain persiapan teknis dan pendampingan dari tim pelatih, Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga memberikan dukungan moril dan spiritual kepada para anggota Paskibraka.

Khofifah menyampaikan, jajaran Pemprov Jatim telah menggelar sejumlah kegiatan doa menjelang pelaksanaan upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Pada Sabtu (15/8) malam, Pemprov Jatim mengadakan istighosah dan pembacaan Surat Yasin bersama para hafiz dan hafizah serta kepala perangkat daerah.

Doa bersama kembali digelar pada Minggu (16/8), kali ini bersama anak-anak yatim dan yatim piatu.

Menurut Khofifah, dukungan tersebut diharapkan memberikan ketenangan sekaligus meningkatkan kepercayaan diri para Paskibraka. Ia menilai persiapan teknis yang telah dilakukan secara serius bersama tim pelatih profesional perlu diimbangi dengan kesiapan mental.

Khofifah juga mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam proses seleksi, pembinaan, hingga persiapan Paskibraka Jawa Timur 2026. Sinergi pemerintah, pelatih, pembina, keluarga, dan berbagai unsur pendukung dinilai menjadi bagian penting dari kesiapan para anggota.

Paskibraka Diminta Jadikan Pengalaman sebagai Bekal Masa Depan

Khofifah berharap pengalaman menjalankan tugas sebagai Paskibraka tidak berhenti sebagai kebanggaan dalam satu momentum peringatan kemerdekaan.

Menurut dia, pengalaman tersebut dapat menjadi bekal untuk membangun karakter, kedisiplinan, kepemimpinan, serta kecintaan terhadap Tanah Air. Para anggota Paskibraka juga diharapkan memahami bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam melanjutkan pembangunan Indonesia.

Ia pun mendoakan agar seluruh anggota Paskibraka Jatim diberikan kesehatan, kelancaran, kesuksesan, dan kekompakan selama menjalankan tugas pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Perjalanan Sandya Dewi Janitra hingga Terpilih sebagai Paskibraka Jatim

Salah satu anggota Paskibraka Jawa Timur 2026 adalah Sandya Dewi Janitra, siswi SMA Negeri 2 Taruna Pamong Praja Bojonegoro. Dalam pengukuhan tersebut, Sandya dipercaya sebagai Komandan Upacara Pengukuhan Paskibraka Jawa Timur Tahun 2026.

Sandya mengaku bangga dan terharu mendapat kesempatan menjadi bagian dari Paskibraka tingkat provinsi. Untuk mencapai posisi tersebut, ia harus melewati proses seleksi secara berjenjang, mulai dari tingkat sekolah, kabupaten, hingga provinsi.

Dari proses seleksi tersebut, kandidat yang lolos di tingkat kabupaten kembali diseleksi di tingkat provinsi hingga ditetapkan satu pasangan putra dan putri yang mewakili daerah masing-masing.

Sandya mengaku tidak menyangka dapat terpilih menjadi anggota Paskibraka Provinsi Jawa Timur. Menjelang pelaksanaan upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI, ia bertekad memberikan penampilan terbaik bersama seluruh anggota.

Pengalaman tersebut menjadi momentum penting bagi Sandya dan 75 anggota Paskibraka Jatim lainnya untuk menjalankan amanah negara sekaligus mengambil bagian dalam peringatan 81 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia. (usm/hdl)

Read Entire Article
Bansos | Investasi | Papua | Pillar |