Surabaya (pilar.id) – Inovasi kuliner berbahan lokal kembali hadir dari dunia akademik. Jennifer Elizabeth, mahasiswi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS), berhasil menciptakan nugget ayam berbahan dasar ubi cilembu.
Kreasi ini tidak hanya menawarkan rasa unik tetapi juga meningkatkan nilai jual dan pemanfaatan ubi cilembu yang melimpah di Indonesia.
Jennifer, yang berasal dari Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) angkatan 2021, menamai inovasi makanannya “Yamci”, singkatan dari Nugget Ayam – Ubi Cilembu.
“Nugget adalah makanan praktis dan banyak digemari. Saya ingin menciptakan sesuatu yang berbeda dengan memanfaatkan ubi cilembu yang kaya akan betakaroten,” ujar Jennifer.
Kelebihan Nugget Ayam Berbahan Ubi Cilembu
Ubi cilembu memiliki warna kuning oranye alami yang berasal dari kandungan betakaroten, yang berfungsi sebagai antioksidan dan provitamin A.
Dengan pemanfaatan ubi cilembu dalam nugget ayam, Jennifer ingin menghadirkan makanan bergizi tinggi sekaligus memiliki tampilan menarik.
“Selain meningkatkan nilai jual, ubi cilembu juga bisa memperkaya warna alami nugget tanpa tambahan pewarna buatan,” jelasnya.
Bahan dan Proses Pembuatan Yamci
Bahan-bahan yang digunakan untuk membuat Yamci antara lain:
- Dada ayam
- Ubi cilembu
- Tepung terigu
- Air
- Isolat protein kedelai
- Bumbu (merica, garam, dan bawang putih)
Proses pembuatannya cukup sederhana tetapi membutuhkan ketelitian dalam pengolahan.
- Ubi cilembu dikukus terlebih dahulu sebelum dicampur dengan bahan lain
- Semua bahan diolah menjadi adonan nugget dengan takaran yang pas agar tekstur tetap menyerupai nugget ayam biasa
- Adonan dicetak dalam loyang, kemudian dikukus dan dipotong sesuai ukuran
- Proses terakhir adalah pelapisan tepung roti dan penggorengan
“Tantangannya ada pada tekstur. Jika tidak diatur dengan baik, substitusi ubi cilembu bisa membuat nugget terlalu lembek. Oleh karena itu, saya menambahkan isolat protein kedelai untuk mendapatkan tekstur yang ideal,” terang Jennifer.
Daya Tahan dan Uji Gizi
Jennifer telah melakukan uji kadar air pada nugget Yamci, meskipun uji daya tahan belum dilakukan secara resmi. Namun, berdasarkan uji coba pribadi, nugget ini bisa bertahan hingga tiga bulan dalam kondisi beku (frozen).
“Saya pernah menyimpan nugget ini dalam keadaan frozen selama tiga bulan, dan rasanya tetap enak,” ungkapnya.
Berkat inovasinya, Jennifer mendapatkan nilai A dan lulus dengan predikat tinggi pada skripsinya. Ia juga menjadi salah satu mahasiswi berprestasi di UKWMS tahun 2025.
Jennifer berharap masyarakat lebih terbuka untuk mencoba makanan berbahan lokal seperti nugget ubi cilembu.
“Banyak yang berpikir ubi itu manis, jadi mungkin ragu untuk mencoba. Tapi, teman-teman saya yang sudah mencicipi mengatakan bahwa ubi cilembu dalam nugget ini tidak terasa. Jadi saya harap masyarakat mau lebih terbuka dan mencoba inovasi ini,” pungkasnya. (ret/hdl)