Para terduga pelaku penyiraman air keras kabur ke arah berbeda

13 hours ago 8

Jakarta (ANTARA) - Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya mengungkapkan bahwa para terduga pelaku penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus melarikan diri ke dua arah berbeda, yaitu Jakarta Selatan dan Jakarta Timur.

"Selanjutnya pasca kejadian juga tim kami melakukan penelusuran terhadap para terduga pelaku melakukan pelarian ke arah yang berbeda," kata Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Polisi Iman Imanuddin saat konferensi pers di Jakarta, Senin.

Iman menambahkan, satu motor melawan arus di Jalan Salemba menuju Senen. Kemudian dari Senen menuju Jalan Kramat Raya, lalu menuju Tugu Tani dan selanjutnya bergerak ke arah Stasiun Gondangdia.

Dari Gondangdia ini menuju wilayah Jakarta Selatan (Jaksel). Kemudian untuk yang satu kendaraan lagi tidak berputar arah tapi lurus menuju Jalan Pramuka Sari 2.

"Selanjutnya menuju Matraman dan termonitor dari CCTV menuju wilayah Jatinegara. Selanjutnya ke Jalan Otto Iskandardinata, Jakarta Timur," katanya.

Baca juga: Polisi selidiki 86 CCTV usut penyiraman air keras ke aktivis KontraS

Baca juga: KontraS ungkap kondisi terkini aktivis Andrie Yunus

Ia juga menyebutkan, para terduga pelaku mengikuti korban Andrie Yunus sejak dari Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Jakarta di Jalan Pangeran Diponegoro, Pegangsaan, Jakarta Pusat.

Dari YLBHI sudah mulai para pelaku ini mengikuti korban, ketika korban selesai acara di sana. "Korban ini tidak langsung menuju ke tempat kejadian perkara, namun sempat mengisi bahan bakar dulu di SPBU Cikini Raya," kata Iman.

Sementara itu, menurut Iman, kondisi korban berdasarkan pemeriksaan medis mengalami trauma asam. Kemudian luka bakar pada bagian wajah, lengan, batang tubuh dan kedua anggota gerak lainnya.

"Mudah-mudahan korban segera diberikan kesembuhan. Mari kita sama-sama doakan, keluarga kita sahabat kita tersebut segera memperoleh kesembuhan sehingga bisa kembali beraktivitas," katanya.

Pewarta: Ilham Kausar
Editor: Sri Muryono
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Bansos | Investasi | Papua | Pillar |