PHE Perkuat Ketahanan Energi dan Akselerasi Dekarbonisasi di Forum OTC Asia 2026

13 hours ago 12

Jakarta (pilar.id) – Komitmen memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mendorong transisi menuju energi bersih kembali ditegaskan oleh PT Pertamina Hulu Energi dalam forum internasional Offshore Technology Conference Asia 2026 yang berlangsung di Kuala Lumpur pada Kamis (2/4/2026).

Dalam forum tersebut, Vice President Production & Project PHE, Benny Hidajat Sidik menekankan bahwa sektor hulu migas masih menjadi fondasi utama dalam menjaga stabilitas pasokan energi nasional. Menurutnya, perusahaan terus mengedepankan keandalan produksi sembari memastikan operasional berjalan dengan prinsip keberlanjutan.

Sebagai subholding upstream dari PT Pertamina (Persero), PHE saat ini mengelola portofolio besar yang mencakup 39 wilayah kerja migas, baik di dalam maupun luar negeri. Dari jumlah tersebut, 24 blok dioperasikan langsung oleh perusahaan, sementara sisanya merupakan partisipasi non-operator. Kontribusi produksi PHE tercatat signifikan, yakni sekitar 65 persen terhadap produksi minyak nasional dan 36 persen untuk gas.

Dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan keberlanjutan, PHE mengandalkan lima strategi utama, meliputi pemeliharaan baseline produksi, peningkatan produksi, pertumbuhan sumber daya, ekspansi melalui merger dan akuisisi, serta penguatan aspek keberlanjutan. Pendekatan ini dirancang untuk memastikan ketahanan energi tetap terjaga tanpa mengabaikan target lingkungan.

Upaya dekarbonisasi menjadi salah satu fokus utama perusahaan. PHE menjalankan berbagai inisiatif, mulai dari program Zero Routine Flaring hingga dukungan terhadap target Nationally Determined Contribution dan percepatan pencapaian target Net Zero Emission.

Langkah konkret dilakukan melalui peningkatan efisiensi energi, penguatan integritas aset, pemanfaatan energi rendah karbon, serta pengembangan teknologi penangkapan karbon atau Carbon Capture Utilization and Storage. Hingga 2024, perusahaan telah mengembangkan 11 proyek CCS/CCUS yang berada pada tahap studi teknis dan uji coba.

Selain itu, PHE juga mulai menjajaki peluang bisnis energi rendah karbon lainnya seperti blue hydrogen dan ammonia sebagai bagian dari strategi jangka panjang menuju ekonomi hijau.

Transformasi perusahaan juga tercermin dari penguatan aspek Environmental, Social and Governance (ESG). PHE mencatat sejumlah pengakuan, termasuk penghargaan Indonesia Corporate Sustainability Award, serta penilaian ESG yang menunjukkan eksposur risiko karbon relatif rendah dibandingkan perusahaan sejenis di sektor energi.

Ke depan, perusahaan menegaskan akan terus menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis dan tanggung jawab lingkungan. Strategi tersebut mencakup percepatan program dekarbonisasi, penguatan implementasi ESG, serta optimalisasi pengelolaan aset migas yang telah mature agar tetap produktif.

Selain aspek operasional dan lingkungan, PHE juga menegaskan komitmennya terhadap tata kelola perusahaan yang bersih. Implementasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan berbasis standar ISO 37001:2016 menjadi bagian dari upaya menjaga integritas bisnis dan memastikan praktik zero tolerance terhadap korupsi.

Langkah-langkah tersebut menunjukkan bahwa di tengah tuntutan transisi energi global, PHE berupaya mempertahankan peran strategisnya sebagai penopang ketahanan energi nasional sekaligus bertransformasi menuju perusahaan energi yang lebih berkelanjutan. (ret/hdl)

Read Entire Article
Bansos | Investasi | Papua | Pillar |