Ringkasan Berita
- Produksi migas Regional Indonesia Timur Pertamina capai 208,5 Mboepd pada 2025.
- Lifting migas melampaui target dengan capaian 102,9%.
- Strategi 2026 fokus pada eksplorasi, workover, dan teknologi EOR.
- Digitalisasi dan HSSE menjadi pilar utama operasional.
- Faktor geopolitik global diprediksi memengaruhi industri migas ke depan.
Jakarta (pilar.id) – Subholding Upstream Pertamina melalui Regional Indonesia Timur mencatatkan kinerja positif sepanjang 2025 dengan produksi migas mencapai 208,5 ribu barel setara minyak per hari (Mboepd) atau 100,4% dari target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP).
Selain itu, capaian lifting migas juga melampaui target dengan realisasi sebesar 171,0 Mboepd atau 102,9%.
Direktur Regional Indonesia Timur, Ruby Mulyawan, menyampaikan capaian tersebut menjadi fondasi penting untuk strategi pengembangan di tahun 2026.
Strategi 2026: Eksplorasi hingga Teknologi EOR
Untuk mempertahankan dan meningkatkan produksi, Regional Indonesia Timur menyiapkan sejumlah langkah strategis. Fokus utama meliputi kegiatan workover sumur, pemboran sumur pengembangan, serta eksplorasi guna menambah cadangan (resources).
Salah satu teknologi yang terus dikembangkan adalah Enhanced Oil Recovery (EOR) melalui metode CO2 flood, yang saat ini diterapkan di Lapangan Sukowati.
Selain itu, digitalisasi operasional juga dilakukan secara agresif untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi dalam proses produksi.
Disiplin HSSE Jadi Prioritas
Dalam menjalankan operasional, aspek HSSE (Health, Safety, Security, and Environment) menjadi prioritas utama.
Manajemen menekankan pentingnya keseragaman tata nilai dan kepatuhan terhadap standar keselamatan di seluruh wilayah kerja, baik di kantor regional maupun di lapangan.
Pendekatan ini dinilai krusial untuk menjaga keberlanjutan operasional sekaligus meminimalkan risiko di industri migas yang memiliki tingkat kompleksitas tinggi.
Aktivitas Operasional Meningkat
Sepanjang 2025, Regional Indonesia Timur mencatat aktivitas operasional yang cukup intensif, antara lain:
- 6 sumur eksplorasi dibor
- 12 sumur pengembangan direalisasikan
- 17 kegiatan workover sumur dilakukan
Data ini menunjukkan upaya aktif perusahaan dalam menjaga keberlanjutan produksi sekaligus mencari sumber cadangan baru.
Waspadai Dampak Geopolitik Global
Komisaris Pertamina EP Cepu, Tri Winarno, menilai kinerja 2025 sudah solid, namun tantangan ke depan tetap besar.
Ia menyoroti pentingnya strategi adaptif menghadapi dinamika geopolitik global yang berpotensi memengaruhi industri energi, termasuk fluktuasi harga minyak dan stabilitas pasokan.
Wilayah Operasi dan Aset Strategis
Regional Indonesia Timur mengelola wilayah kerja yang luas dan strategis, meliputi:
- Jawa Timur
- Sulawesi
- Maluku
- Papua
Selain aset hulu migas (onshore dan offshore), terdapat pula fasilitas downstream strategis yakni Donggi Senoro LNG.
Wilayah operasinya mencakup beberapa zona utama, termasuk Zona 11 hingga Zona 14, yang menjadi tulang punggung produksi energi di kawasan timur Indonesia.
Pengakuan dan Prospek Ke Depan
Sepanjang 2025, perusahaan juga meraih berbagai penghargaan nasional dan internasional sebagai bentuk pengakuan atas kinerja operasional dan tata kelola.
Dengan capaian tersebut, Regional Indonesia Timur optimistis dapat terus berkontribusi terhadap ketahanan energi nasional sekaligus meningkatkan produksi migas secara berkelanjutan di tahun 2026.
Keberhasilan melampaui target produksi dan lifting migas pada 2025 menjadi modal kuat bagi Pertamina untuk menghadapi tantangan 2026.
Melalui kombinasi eksplorasi, inovasi teknologi, serta disiplin operasional, Regional Indonesia Timur diharapkan mampu terus mengoptimalkan potensi migas nasional, khususnya di kawasan timur Indonesia. (ren)

5 hours ago
4

















































