Rumi Therapy Dibedah di Jakarta, Kolaborasi Indonesia–Türkiye Soroti Kesehatan Mental Berbasis Spiritualitas

20 hours ago 9

Jakarta (pilar.id) – Jakarta menjadi tuan rumah diskursus intelektual yang mengangkat isu kesehatan mental berbasis pendekatan holistik melalui acara Rumi Therapy: Book Discussion & Signing yang digelar oleh Edutolia Education bersama Üsküdar University di Universitas Paramadina.

Kegiatan ini menghadirkan penulis buku Rumi Therapy, Nevzat Tarhan, yang dikenal sebagai psikiater sekaligus neuroscientist dan pendiri Üsküdar University. Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa ajaran Jalaluddin Rumi dapat dipahami kembali melalui pendekatan ilmiah modern, terutama dalam konteks memahami emosi, menemukan makna hidup, serta menjaga keseimbangan mental.

Diskusi ini menyoroti bagaimana konsep spiritualitas tidak bertentangan dengan ilmu pengetahuan, melainkan dapat berjalan beriringan dengan psikologi dan neurosains. Pendekatan tersebut dinilai relevan di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan mental yang tidak hanya berfokus pada aspek klinis, tetapi juga dimensi batiniah.

Pandangan tersebut turut diperkaya oleh akademisi Indonesia seperti Mulyadhi Kartanegara dan Haidar Bagir. Keduanya menekankan bahwa pemikiran Rumi tetap kontekstual dalam menjawab tantangan modern, khususnya dalam mengintegrasikan rasionalitas dan spiritualitas sebagai fondasi kesejahteraan manusia.

Acara ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi pendidikan lintas negara. Edutolia Education berperan sebagai penghubung antara Indonesia dan Türkiye, termasuk sebagai perwakilan resmi Üsküdar University di Indonesia. Inisiatif ini membuka peluang kerja sama akademik yang lebih luas, mulai dari program pendidikan hingga pertukaran intelektual.

CEO Edutolia Education, Ibrahim Albayrak, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen memperluas akses kolaborasi bagi institusi pendidikan di Indonesia yang ingin terhubung dengan jaringan akademik internasional, khususnya dengan Üsküdar University.

Keterlibatan berbagai pihak, termasuk penerbit dan institusi pendidikan, mencerminkan semakin kuatnya ekosistem diskusi intelektual di Indonesia. Sinergi ini dinilai penting untuk mendorong pemahaman yang lebih komprehensif terhadap isu-isu strategis seperti kesehatan mental, pendidikan, dan spiritualitas.

Dalam beberapa tahun terakhir, isu kesehatan mental memang mengalami peningkatan perhatian global. Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan bahwa gangguan mental menjadi salah satu penyebab utama penurunan kualitas hidup, terutama di kalangan usia produktif. Dalam konteks ini, pendekatan integratif seperti yang ditawarkan melalui pemikiran Rumi dinilai dapat menjadi alternatif solusi yang lebih menyeluruh.

Melalui forum seperti ini, masyarakat diharapkan semakin terbuka terhadap pendekatan kesehatan mental yang tidak hanya berbasis medis, tetapi juga mempertimbangkan dimensi spiritual sebagai bagian penting dari kesejahteraan manusia di era modern. (usm/hdl)

Read Entire Article
Bansos | Investasi | Papua | Pillar |