YDSF Salurkan 62 Ribu Liter Air Bersih untuk Pengungsi Gaza, Ringankan Krisis Air di Tengah Konflik Berkepanjangan

4 hours ago 5

Surabaya (pilar.id) – Air bersih masih menjadi kebutuhan paling mendesak bagi jutaan warga Palestina di Jalur Gaza yang terdampak konflik berkepanjangan. Di tengah rusaknya infrastruktur dan terbatasnya akses terhadap layanan dasar, Lembaga Amil Zakat dan Wakaf Nasional Yayasan Dana Sosial Al Falah (YDSF) kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa 62 ribu liter air bersih kepada para pengungsi di sepanjang Jalur Gaza pada akhir Juli 2026.

Bantuan tersebut diperkirakan menjangkau sekitar 8.260 warga Palestina yang hingga kini masih berjuang memenuhi kebutuhan dasar di tengah krisis kemanusiaan. Distribusi air bersih menjadi salah satu bentuk respons YDSF terhadap kondisi darurat yang terus berlangsung akibat konflik yang menyebabkan akses terhadap air layak konsumsi semakin terbatas.

Krisis air di Gaza semakin memburuk karena kerusakan jaringan distribusi air, terbatasnya pasokan bahan bakar untuk mengoperasikan fasilitas pengolahan air, serta meningkatnya jumlah pengungsi yang bergantung pada bantuan kemanusiaan. Kondisi tersebut membuat kebutuhan air bersih menjadi salah satu persoalan paling mendesak selain pangan dan layanan kesehatan.

Berdasarkan laporan UNICEF hingga Juli 2026, lebih dari 1,9 juta penduduk Gaza masih hidup dalam pengungsian. Organisasi di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) itu juga melaporkan bahwa sebagian besar warga menghadapi risiko kesehatan akibat terbatasnya akses terhadap air bersih, sanitasi, dan layanan kesehatan.

Data UNICEF menunjukkan sekitar 82 persen keluarga di Gaza masih mengalami ketidakamanan akses air. Bahkan hingga 70 persen penduduk belum mampu memperoleh kebutuhan minimum air setiap hari. Di sisi lain, sekitar 90 persen infrastruktur air dan sanitasi di wilayah tersebut mengalami kerusakan akibat konflik yang berlangsung selama bertahun-tahun.

Tim Kemanusiaan YDSF yang bertugas di Gaza menjelaskan bahwa kondisi masyarakat masih sangat memprihatinkan. Setelah lebih dari seribu hari hidup di tengah konflik, warga tidak hanya kesulitan memperoleh air bersih, tetapi juga menghadapi keterbatasan pasokan makanan, obat-obatan, dan kebutuhan pokok lainnya.

Distribusi air bersih yang dilakukan YDSF diharapkan mampu membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus mengurangi risiko penyakit yang kerap muncul akibat minimnya akses terhadap air layak konsumsi.

Direktur Utama YDSF, Jauhari Sani, mengatakan penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari komitmen lembaganya untuk terus mendampingi masyarakat Palestina di tengah situasi kemanusiaan yang belum menunjukkan perbaikan. Menurutnya, pengiriman bantuan air bersih kali ini bukanlah yang pertama, melainkan bagian dari rangkaian aksi kemanusiaan yang secara konsisten dilakukan YDSF bersama para donatur.

Jauhari juga mengajak masyarakat Indonesia untuk terus memberikan dukungan sesuai kemampuan, baik melalui doa maupun bantuan kemanusiaan, agar warga Palestina tetap memperoleh harapan di tengah kondisi yang penuh keterbatasan.

Selain menyalurkan bantuan ke Gaza, YDSF juga terus menjalankan berbagai program kemanusiaan di dalam negeri. Salah satunya adalah respons terhadap bencana kekeringan di sejumlah wilayah Indonesia melalui penyediaan air bersih bagi masyarakat yang terdampak. Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen YDSF dalam menghadirkan bantuan kemanusiaan, baik di tingkat nasional maupun internasional, dengan fokus pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat yang paling membutuhkan. (hdl)

Read Entire Article
Bansos | Investasi | Papua | Pillar |