London (pilar.id) – Arsenal dikabarkan memasang harga tinggi untuk bek asal Italia, Riccardo Calafiori, di tengah ketertarikan Real Madrid yang tengah mencari tambahan kekuatan di lini pertahanan untuk musim 2026/2027. Direktur olahraga Arsenal, Andrea Berta, disebut menetapkan banderol sebesar 86 juta pound sterling atau sekitar Rp1,9 triliun untuk pemain berusia 24 tahun tersebut.
Nilai transfer yang sangat tinggi itu diyakini menjadi salah satu alasan utama mengapa Real Madrid mulai mengurangi intensitas pendekatannya terhadap Calafiori. Meski sebelumnya klub raksasa Spanyol tersebut dikabarkan telah melakukan komunikasi awal guna mengetahui minat sang pemain untuk berkarier di Santiago Bernabeu, negosiasi lebih lanjut disebut belum menunjukkan perkembangan signifikan.
Calafiori menjadi salah satu pemain penting dalam skuad Arsenal sejak bergabung dari Bologna pada musim panas 2024. Dalam dua musim terakhir, bek tim nasional Italia tersebut tampil konsisten dan memberikan kontribusi di kedua sisi permainan, baik bertahan maupun membantu serangan.
Tercatat, Calafiori telah membukukan empat gol dan lima assist dalam 65 penampilan bersama The Gunners di berbagai kompetisi. Meski beberapa kali diganggu cedera, ia tetap menjadi salah satu pilihan utama pelatih Mikel Arteta, termasuk dengan mencatatkan 22 kali penampilan sebagai starter di Liga Inggris musim lalu.
Ketertarikan Real Madrid terhadap Calafiori muncul di tengah kebutuhan klub memperkuat sektor pertahanan. Apalagi, pelatih anyar Jose Mourinho disebut mengagumi karakter permainan sang bek yang mampu bermain sebagai bek tengah maupun bek kiri.
Namun, Arsenal tampaknya tidak memiliki keinginan untuk melepas salah satu aset pentingnya tersebut. Selain masih terikat kontrak hingga tiga musim ke depan, Calafiori juga dinilai memiliki peran strategis dalam kedalaman skuad Arsenal yang akan bersaing di berbagai kompetisi musim depan.
Situasi semakin menarik karena Arsenal dikabarkan sedang mengupayakan transfer permanen bek Bayer Leverkusen, Piero Hincapie. Kehadiran pemain asal Ekuador itu berpotensi meningkatkan persaingan di lini belakang. Kendati demikian, fleksibilitas Calafiori yang mampu bermain di beberapa posisi membuat posisinya di skuad tetap dianggap penting.
Jika transfer senilai 86 juta pound sterling benar-benar terjadi, Calafiori akan menjadi penjualan termahal dalam sejarah Arsenal. Nilai tersebut jauh melampaui rekor penjualan klub sebelumnya saat Alex Oxlade-Chamberlain dilepas ke Liverpool dengan nilai sekitar 35 juta pound sterling pada 2017.
Di sisi lain, Real Madrid juga tengah fokus pada sejumlah target pertahanan lainnya. Klub berjuluk Los Blancos itu dikabarkan telah mengalokasikan dana besar untuk memperkuat skuad, termasuk mendatangkan Marc Cucurella dari Chelsea dan membidik bek Manchester City, Ruben Dias. Faktor tersebut membuat peluang transfer Calafiori ke Madrid dinilai semakin kecil.
Sementara itu, Arsenal diperkirakan tetap aktif dalam bursa transfer musim panas 2026. Sejumlah pemain disebut berpotensi dilepas untuk memberikan ruang bagi kedatangan wajah baru dan menyeimbangkan kondisi keuangan klub.
Beberapa nama yang ramai dikaitkan dengan pintu keluar Emirates Stadium antara lain Gabriel Martinelli dan Leandro Trossard. Arsenal juga dikabarkan terbuka terhadap tawaran untuk Gabriel Jesus yang kontraknya akan berakhir pada 2027.
Selain itu, masa depan bek kanan Ben White juga menjadi sorotan setelah beberapa musim terakhir kerap mengalami masalah kebugaran. Di level pemain muda, Ethan Nwaneri masih harus berjuang membuktikan kualitasnya setelah menjalani periode yang kurang memuaskan bersama Marseille.
Meski demikian, untuk saat ini Arsenal tampaknya belum memiliki alasan kuat untuk melepas Riccardo Calafiori. Dengan usia yang masih relatif muda, kemampuan bermain di beberapa posisi, serta kontribusinya dalam dua musim terakhir, bek Italia tersebut masih dipandang sebagai bagian penting dari proyek jangka panjang Mikel Arteta di Emirates Stadium. (mad/hdl)

9 hours ago
9






























