Chelsea vs Barcelona, Rivalitas Dua Raksasa yang Bikin Stamford Bridge Bakal Membara

5 days ago 19

Barcelona (pilar.id) – FC Barcelona menghadapi salah satu laga tandang tersulit di Liga Champions saat bertandang ke Stamford Bridge, Inggris, Selasa (25/11) pukul 21.00 CET atau Rabu dini hari waktu Indonesia. Pertemuan dengan Chelsea ini kembali membuka babak baru rivalitas klasik yang telah mewarnai kompetisi Eropa sejak awal abad ke-21.

Sejarah mencatat, duel di Stamford Bridge kerap melahirkan drama: mulai dari aksi memukau Ronaldinho, magis Lionel Messi, hingga gol legendaris Andrés Iniesta pada semifinal 2009 yang mengukir salah satu momen paling bersejarah Barcelona.

Kini, Barcelona dan Chelsea kembali bersisian di klasemen fase liga dengan sama-sama mengantongi tujuh poin—tertahan dua angka dari posisi delapan besar. Kalah dalam laga ini berarti langkah menuju tiket otomatis 16 besar akan semakin sulit, mengingat hanya tersisa tiga pertandingan setelahnya.

Rivalitas Klasik: Pertemuan ke-18 Barcelona vs Chelsea

Pertandingan ini menjadi pertemuan resmi ke-18 kedua tim—jumlah terbanyak kedua bagi Barcelona di kompetisi Eropa setelah Inter Milan (19). Duel antara Blaugrana dan The Blues pernah menghasilkan momen-momen ikonik, seperti comeback Barcelona 5-1 pada 2000, kemenangan Chelsea 4-2 pada 2005, dan pertemuan sengit di babak gugur sepanjang 2000-an.

Chelsea pernah membalas dendam pada 2012 ketika mereka menyingkirkan Barcelona dan akhirnya meraih gelar Liga Champions pertama dalam sejarah mereka. Rivalitas ini kemudian mereda hingga pertemuan terakhir pada 2018, yang dimenangkan Barcelona dengan agregat 4-1.

Kondisi Terkini Chelsea

Chelsea saat ini menunjukkan kebangkitan signifikan di bawah pelatih Enzo Maresca, meski beberapa tahun terakhir prestasi domestik mereka naik turun. Tahun 2021 menjadi momen puncak dengan gelar Liga Champions kedua.

Musim ini, mereka kembali kompetitif di Premier League dan berada di posisi kedua, menjalani tiga kemenangan beruntun tanpa kebobolan. Di Liga Champions, catatan mereka identik dengan Barcelona: dua kemenangan, satu imbang, dan satu kekalahan atas Bayern.

Skuad muda Chelsea menjadi sorotan. Maresca tercatat telah memainkan 50 laga liga tanpa menurunkan pemain berusia di atas 30 tahun. Bintang muda Brasil, Estêvão Romeo, menjadi nama paling dinantikan untuk tampil beradu bakat dengan Lamine Yamal.

Namun The Blues hadir dengan krisis pemain. Cole Palmer, Romeo Lavia, Dario Essugo, dan Levi Colwill dipastikan absen. Beberapa pemain lain juga masih meragukan kondisi fisiknya.

Kondisi Barcelona: Skuad Mulai Lengkap

Barcelona memasuki laga ini dengan optimisme tinggi setelah memetik kemenangan 4-0 atas Athletic dan kini hanya terpaut satu poin dari puncak klasemen La Liga.

Pelatih Hansi Flick kembali dapat mengandalkan Joan Garcia, yang dipastikan menjadi kiper utama di London, serta Raphinha yang telah pulih dari cedera meski mungkin belum tampil penuh. Marcus Rashford yang sempat flu juga siap tampil di tanah kelahirannya. Frenkie de Jong kembali setelah absen karena skorsing.

Namun Barcelona tetap kehilangan tiga pemain kunci: Pedri, Gavi, dan Marc-André ter Stegen.

Dengan 1.700 pendukung Blaugrana siap memadati Stamford Bridge, Barcelona berharap membawa momentum positif Liga ke panggung Eropa.

Pertarungan Krusial di Stamford Bridge

Kedua tim sama-sama membutuhkan kemenangan untuk memperkuat posisi di klasemen. Barcelona berupaya mempertahankan tren positif dan membuktikan kualitas mereka kepada publik Eropa, sementara Chelsea ingin mempertahankan momentum impresif di kompetisi domestik.

Seperti ditegaskan Flick, laga ini menjadi kesempatan ideal bagi Barcelona untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka, “Stamford Bridge adalah ujian besar, tetapi juga panggung terbaik untuk menunjukkan siapa kami.”

Duel klasik ini kembali menyala—dan diprediksi menghadirkan pertarungan sengit yang layak dikenang lagi dalam sejarah kedua klub. (wid)

Read Entire Article
Bansos | Investasi | Papua | Pillar |