Jangan mudah tertipu, ini ciri-ciri penipuan arisan online atau bodong

1 day ago 8

Jakarta (ANTARA) - Seiring maraknya arisan online, kasus penipuan berkedok arisan bodong juga semakin sering terjadi. Banyak orang tergiur iming-iming keuntungan cepat tanpa menyadari tanda-tanda bahaya sejak awal.

Karena itu, penting bagi siapa pun untuk mengenali ciri-ciri penipuan arisan online agar tidak menjadi korban kerugian finansial maupun konflik sosial. Dengan memahami karakteristik arisan bodong, Anda dapat lebih waspada dan mengambil keputusan yang bijak sebelum memutuskan untuk bergabung.

Berikut ini adalah ciri-ciri penipuan arisan online atau bodong, berdasarkan informasi yang telah dihimpun dari berbagai sumber.

Ciri-ciri penipuan arisan online atau bodong

1. Menawarkan keuntungan tinggi dalam waktu singkat

Anda perlu waspada terhadap arisan online yang menjanjikan keuntungan besar dalam periode yang sangat cepat. Misalnya, dana yang disetorkan diklaim bisa kembali hanya dalam beberapa putaran sekaligus disertai keuntungan berlipat ganda. Janji keuntungan yang tidak masuk akal umumnya menjadi tanda awal penipuan, karena arisan yang sehat biasanya menawarkan hasil yang wajar dan realistis.

2. Tidak memiliki izin usaha resmi

Penyelenggara arisan online yang terpercaya seharusnya memiliki izin pengelolaan yang jelas dan terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Anda dapat mengecek legalitasnya melalui situs resmi OJK atau menghubungi layanan konsumen OJK. Jika tidak memiliki izin resmi, sebaiknya Anda lebih berhati-hati.

3. Skema arisan tidak transparan

Arisan online bodong umumnya tidak memberikan penjelasan rinci terkait sistem arisan, besaran iuran, jumlah peserta, hingga mekanisme pembagian dana. Kurangnya keterbukaan ini biasanya disengaja agar calon anggota tidak banyak bertanya dan langsung tergiur untuk bergabung.

4. Menggunakan skema ponzi

Modus lain yang sering digunakan adalah skema ponzi, yaitu memanfaatkan dana dari peserta baru untuk membayar keuntungan peserta lama. Skema ini hanya bertahan selama ada anggota baru. Ketika perekrutan berhenti, sistem akan runtuh dan peserta yang bergabung terakhir berpotensi mengalami kerugian.

5. Informasi penyelenggara sangat terbatas

Arisan yang dapat dipercaya biasanya menyediakan informasi lengkap, mulai dari identitas penyelenggara, aturan main, jadwal pembayaran, hingga kontak yang bisa dihubungi. Jika informasi tersebut sulit ditemukan atau terkesan ditutup-tutupi, besar kemungkinan arisan tersebut tidak aman.

6. Metode pembayaran tidak aman

Penipuan arisan online kerap menggunakan metode pembayaran yang berisiko, seperti transfer langsung ke rekening pribadi penyelenggara. Sebaiknya Anda hanya melakukan pembayaran melalui sistem atau platform yang jelas dan memiliki tingkat keamanan yang lebih terjamin.

7. Tidak ada transparansi pengelolaan dana

Salah satu ciri kuat arisan online bodong adalah tidak adanya laporan atau penjelasan mengenai pengelolaan dana. Jika penyelenggara enggan memberikan informasi tentang alur dana yang terkumpul, sebaiknya Anda menghindari arisan tersebut.

8. Minim jejak digital yang bisa diverifikasi

Arisan online palsu biasanya memiliki jejak digital yang sangat terbatas atau sulit diverifikasi. Sebelum bergabung, pastikan Anda menelusuri reputasi arisan tersebut melalui internet, media sosial, atau ulasan dari peserta lain.

9. Bersikap terburu-buru dan memaksa

Jika penyelenggara terkesan mendesak Anda untuk segera menyetor uang pendaftaran atau iuran awal tanpa memberi waktu untuk berpikir, hal ini patut dicurigai. Sikap memaksa sering kali menjadi tanda bahwa pelaku ingin mendapatkan dana dengan cepat.

10. Meminta transfer ke rekening pribadi yang tidak konsisten

Anda juga perlu berhati-hati apabila diminta mentransfer dana ke rekening pribadi yang sering berubah atau berbeda-beda. Kondisi ini menunjukkan pengelolaan keuangan yang tidak profesional dan berisiko tinggi.

Dengan mengenali ciri-ciri tersebut, Anda dapat lebih waspada dan terhindar dari penipuan arisan online atau arisan bodong yang merugikan.

Baca juga: Warga laporkan wanita terduga penipu arisan Rp400 juta ke polisi

Baca juga: Polres Cirebon Kota tangkap pelaku kasus arisan fiktif

Baca juga: Asal mula arisan dan perkembangannya dalam budaya Indonesia

Pewarta: Sean Anggiatheda Sitorus
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Bansos | Investasi | Papua | Pillar |